[FF/S/1/PG-13] Past Story was Gone

Title :
Past Story was Gone

*Gwageoui Iyagiga Eobs-eo Jyeoss-eoyo *

Author :

aREta ANNora “REANN”

Cast :
– Park Yeon Ah *Yoona*
– Kim Kibum *Key*

Supported Cast :
– Kim Jonghyun *Jonghyun*
– Han Yong In *Yong In*
– Lee Jinki *Jinki*
– Choi Minho *Minho*
– Lee Taemin *Taemin*

Genre : Sad Romance

……………………………………………………………………………………

AUTHOR POV

”Jam tanganku telah menunjukan pukul 10 malam. Kenapa noona belum pulang? Ah, jangan-jangan terjadi sesuatu! Tidak. Tidak mungkin. Ah… Noona! Kenapa kau belum pulang? Arhgggg… Sebenarnya besok aku juga ada ujian masuk perguruan tinggi. Seharusnya aku belajar saat ini. Tapi kalau nuna belum pulang, mana bisa aku belajar!?”

Key terus berjalan mondar – mandir di depan gerbang rumahnya. Mendadak sebuah mobil putih berhenti tepat di depan rumah Yoona. Seorang pria keluar dari mobil.

“ Jinki hyung… “ desis Key.

Jinki beranjak keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil. Yoona, sosok orang yang ditunggu-tunggu Key keluar dari pintu mobil tersebut. Mereka bercakap akrab sejenak. Kemudian mobil Jinki meninggalkan Yoona di depan gerbang rumahnya.

“ Nuna … “ panggil Key lirih ketika Yoona hendak masuk ke dalam rumahnya yang memang tepat di sebelah rumah Key.
“ Key, apa yang kau lakukan selarut ini? Bukankah besok kau ada ujian masuk? “ tanya Yoona.
“Aku menunggu nuna.” Jawab Key polos.
“Jangan begitu, cepatlah masuk! Udara begitu dingin.” Ajak Yoona.
“ Siapa pria itu? Apa hubungannya dengan noona?” tanya Key menyelidik.
“ Dia hanya teman.” Jawab Yoona enteng.
“Sudah sana pulang. Cepat belajar. Kau bilang ingin masuk ke universitas yang sama denganku?” Perintah Yoona halus.
“Nuna,” panggil Key lagi. Yoona menghentikan langkahnya, dan berbalik menatap Key.
“Tak bisakah sekali saja nuna melihatku sebagai seorang namja, bukan sebagai dongsaeng?” tanya Key lirih seraya menunduk.
Suasana menjadi hening. Yoona tersenyum penuh arti.
“Key-ah… Kau memang dongsaeng ku.” Ucap Yoona.
“Nuna, aku mencintaimu!” seru Key tegas.
Yoona nampak terkejut. Namun sesaat setelahnya, Yoona kembali tersenyum penuh arti.
“Aku juga mencintaimu, Key.” Balas Yoona. Key mengerutkan dahinya.
“Tapi, sebagai seorang dongsaeng.” Lanjut Yoona.

Setelah mengatakan hal itu, Yoona masuk ke dalam rumahnya. Meninggalkan Key yang masih mematung di depan. Entah sudah berapa kali pengakuan itu keluar dari mulut Key. Pertama kali, saat Key masih duduk di kelas 2 SD, lalu saat kelas 6 SD, SMP, SMA, dan malam ini. Dan balasan yang di perolehnya selalu sama. Alasannya selalu karena Key lebih muda 2 tahun dari Yoona. Selalu itu yang Yoona katakan.

”Hari ini lagi – lagi nuna pulang malam. Apa bersama Jinki hyung lagi? Huh… Apa mereka benar – benar pacaran?” batin Key.
Sebuah taxi berhenti di depan rumah noona.
“Dimana Jinki – hyung?’, tanya Key dalam hati
“Noona, kenapa hari ini tidak pulang bersama Jinki hyung?”tanya Key. Yoona tersenyum tipis lalu menarik napas panjang.

“ Kalian putus?”tebak Key. Yoona meggeleng dan menatap Key bingung.
“Lalu..Kenapa nuna tidak pulang dengan Jinki hyung?” Tanya Key menyelidik
Yoona kembali tersenyum.
“Selama ini kau menganggap hubungan kami seperti apa?” Yoona balik bertanya.
Key nampak tidak mengerti.
“Sudah kubilang, dia hanya teman. Teman satu angkatan.” tegas Yoona.

Satu tahun kemudian…
Key berencana akan menyatakan perasaannya lagi pada Yoona noona. Kali ini untuk yang terakhir kalinya. Sepulang kuliah, Key menunggu Yoona di depan gerbang rumahnya. Ia mengajak Yoona ke suatu tempat, tempat yang amat berkesan baginya dan mungkin bagi Yoona juga. Key terduduk di bawah pohon yang rindang. Disekelilingnya, banyak daun berguguran.

“Nuna…” panggil Key.
“Hmmm… Eh, aku dengar kau berhasil masuk universitas!? Selamat ya! Kau memang dongsaeng yang hebat!” puji Yoona seraya mengusap lembut kepala Key.
Key hanya tersenyum pahit.
“Seorang dongsaeng yang hebat?” ulangnya dalam hati.
“Dia masih menganggapku dongsaeng!? Padahal aku sudah berjuang sejauh ini.” Ratap Key dalam hati.
Pengakuan yang ia siapkan segera dikubur dalam-dalam. Key terduduk lemah bersandar pada batang pohon.
“Key-ah… Nuna amat bangga padamu…“ ucap Yoona yang juga tengah bersandar pada batang pohon di sisi sebaliknya.
Key kembali tersenyum pahit.
“Semua usai sudah. Aku… sudah lelah…” ucap Key dalam hati seraya memejamkan mata mencoba untuk menahan air mata yang hampir meleleh dari matanya.
“Mianhaeyo. Selama ini… aku sudah begitu jahat padamu…”ucap Yoona menyesal.
“Kau sekarang sudah menjadi seorang namja bagiku. Mungkin pada akhirnya, aku luluh melihatmu,” aku Yoona seraya tersenyum tipis.
“Tapi… mungkin waktunya tidak tepat… Besok aku akan pergi ke Amerika. Kau tidak apa kan?” tanya Yoona.
“Aku akan kembali. Pasti kembali.” Janji Yoona.
“Tapi, jika kau pikir aku sudah terlalu lama membuatmu menunggu. Dan jika kau sudah amat membenciku karena itu, aku tidak akan keberatan jika kau menolakku. Aku hanya berharap, semoga saja kau…” ucapan Yoona terhenti.
Yoona menunduk lemah.
“Hanya berharap, kau masih bisa menerimaku…” lanjutnya pasrah.
Key tidak menjawab.
“Key-ah, kenapa kau tidak menjawab? Sudah sebegitu bencikah kau padaku?” tanya Yoona.
Key masih tidak menjawab.
“KEY!!!” panggil Yoona seraya menengok ke sisi sebaliknya.

Dilihatnya Key tengah tertidur lelap. Yoona tersenyum tipis. Ditatapnya wajah namja itu. Namja yang telah menemaninya sejak ia masih kanak–kanak. Namja yang sudah begitu lama mencintainya. Yoona mengambil secarik kertas dari dalam tasnya dan menuliskan sesuatu. Lalu meletakannya di genggaman tangan Key. Tangan yang begitu hangat. Anehnya, begitu Yoona hendak melepaskan tangannya, genggaman tangan Key seolah tak ingin melepasnya. Sejenak Yoona terdiam, menghentikan usahanya untuk melepas tangannya. Tersenyum sejenak dan kembali menatap wajah Key seraya membisikan sesuatu padanya.

“Mianhae…” bisik Yoona. Setelah itu, Yoona melepaskan genggaman Key dan meninggalkannya dalam keadaan masih tertidur. Tapi, siapa yang menyangka? Angin bertiup semilir dan menerbangkan kertas itu.

Esok harinya, Key bersiap menuju universitas. Dia ingin segera menemui Yoona. Selain karena rindu, juga karena ia ingin bertanya kenapa kemarin Yoona meninggalkan Key begitu saja. Dia begitu bersemangat pagi ini.

“Key, kau tampak segar sekali hari ini.” Puji ibu Yoona yang rupanya sudah sejak tadi mengamati gerak – geriknya yang memang agak berlebihan.
“Ah, Ajumma.. Apa nuna sudah berangkat?” tanya Key seraya tersenyum malu.
“Eh? Yoona belum memberitahumu?” ibu Yoona balik bertanya.
“Memberitahu soal apa?” tanya Key penasaran.
“Pagi ini dia akan terbang ke Amerika. Kupikir dia sudah memberitahumu.” Jelas ibu Yoona.
“Amerika?” Key terkejut.

“Dia tidak datang.” Keluh Yoona yang rupanya sudah sedari tadi menunggu di bandara. Yoona menarik napas dalam-dalam.
“Rupanya… dia benar –benar benci padaku…” ratapnya lirih.

Pesawat sebentar lagi akan berangkat. Yoona mau tidak mau harus segera pergi. Sejenak ia melihat sekeliling, berharap Key akan datang. Namun, Key tak kunjung datang. Yoona menyerah. Dengan langkah lemas ia meninggalkan tempat itu.

Beberapa detik setelah Yoona meninggalkan tempat itu, Key datang dengan napas terengah–engah.
“Mianhaeyo, apa pesawat menuju Amerika sudah berangkat?” tanya Key pada seorang petugas.
“Ne. Baru saja berangkat.” Jawab petugas itu.
Key tertunduk lemah.
“Kenapa? Kenapa tiba–tiba meninggalkanku begitu saja?” tanya Key di sela napasnya yang memburu.

Waktu berlalu begitu cepat. Terlalu cepat… Lima tahun telah berlalu. Yoona sama sekali tidak memberi kabar. Nomornya sudah tidak aktif. Tadinya, Key berniat menyusulnya ke Amerika. Tapi, bahkan ibu Yoona tidak tahu dia ada di kota mana. Key sudah putus asa. Namun dia agak terhibur. Kini ia menjadi anggota sebuah boyband bernama SHINee. Kesibukan konser dan lain–lain membuatnya sedikit melupakan Yoona. Bahkan kini ia kembali menjalin hubungan dengan seorang artis wanita yaitu Yong In. Hubungan mereka sudah amat serius. Hampir semua orang mendukungnya. Besok mereka berencana akan melaksanakan pertunangan.

“Apa kau gugup?” tanya Yong In pada malam sebelum pesta pertunangan.
Key menggeleng seraya tersenyum manis.
“Tidak kusangka, akan berjalan secepat ini.” Ucap Key.
“Kalau kau mau, kita bisa menunda pesta pernikahannya. Kurasa, minggu depan juga terlalu cepat. Bukankah kita berdua masih begitu muda?” tawar Yong In.
“Anio. Bukan mengenai pernikahan kita. Aku tidak ada masalah dengan pernikahan kita. Yang aku maksud… masalah Jinki hyung…” jawab Key.
“Rasanya dia pergi terlalu cepat. Sudah lama aku tidak melihatnya. Bagaimana kabarnya di Amerika?”tanya Key seraya melihat ke atas.

Tiba – tiba ingatannya kembali melayang pada Yoona.
“Amerika… benar–benar tempat yang penuh kepedihan…”gumamnya seraya menunduk.

“Apa yang kau lakukan disini?”tanya Key pada Jonghyun yang ternyata sedari tadi telah berada di belakang mereka berdua.
“Apa yang kalian bicarakan? Serius sekali.”tanya Jonghyun seraya ikut duduk di samping Key.
“ Jonghyun-ah”panggil Key.
“Heh?”tanya Jonghyun.
“Kau mengganggu.”ucap Key ketus.
“Tidak apa. Pastinya saat ini banyak yang ingin kalian katakan. Aku akan menunggu di luar.”ucap Yong In seraya bangkit berdiri.
“Eh? Sebetulnya aku Cuma mampir sih.” Jonghyun merasa serba salah.
“Tidak. Lagipula aku juga ada acara.”ucap Yong In seraya melangkah keluar.
“Apa tidak perlu di antar? Bukankah sekarang sudah hampir tengah malam.” Jonghyun menawarkan diri.
“Tidak apa. Aku ada sopir di bawah.”jawab Yong In.
“Baiklah. Hati – hati ya!”pesan Jonghyun.

Suasana menjadi sepi.
“Key-ah, apa kau serius?” tanya Jonghyun pada Key.
Key tak menjawab.
“Bagaimana dengan Yoona?”tanya Jonghyun lagi.
Ekspressi wajah Key mendadak berubah mendengar nama itu.
“Dia tak akan kembali…” desah Key lirih.
“Mungkin dia pergi karena suatu hal.” Kata Jonghyun.
“Masa lalu biarlah menjadi masa lalu. Yoona mencintaiku. Aku tahu itu. Apa kau pikir itu akan menjadi hal yang adil jika aku mencampakannya demi harapan masa laluku?”tanya Key.

Tiba – tiba ponsel Key berdering. Key mengangkatnya.
“Yeobosseyo…”ucap Key.
Tak ada jawaban. Key ikut terdiam. Setelah sekitar lima menit terdiam, Key menutup ponselnya.

“Telpon misterius itu lagi?”tanya Jonghyun.
Key mengangguk.
“Apa tidak sebaiknya kau ganti nomor?”usul Jonghyun.
“Tidak usah. Telpon itu hanya datang satu tahun sekali saat tengah malam.”jawab Key.
“Tapi, itu sudah berlangsung selama lima tahun kan? Tapi, telpon itu aneh sekali. Kalau itu dari fans, pastinya mereka akan langsung berteriak begitu tahu kau yang mengangkat. Tapi, dia diam saja dan tidak pernah berkata sepatah katapun. Kalau dibilang pekerjaan orang iseng, rasanya juga janggal. Mana mungkin dia terus melakukannya selama lima tahun? Dan kau bilang tanggalnya selalu 23 September kan? Orang iseng mana ada yang disiplin seperti itu?” terang Jonghyun panjang lebar.

“Sudahlah. Aku malas memikirkannya.”putus Key.
“Hyung, kapan kau mau pulang?”tanya Key setengah mengusir.
“Yaa.. kau ini! Aku kan sudah datang jauh–jauh hanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun.”ucap Jonghyun kesal.
“Bukankah ulang tahunku 23 September?” Key balik bertanya.
“Dengar ya Key. Besok selain ulang tahun, kau juga akan bertunangan. Aku ingin mengucapkan ulang tahun terlebih dahulu. Makanya, aku datang tengah malam begini.”jelas Jonghyun.

“Kau menganggu waktu tidurku.”keluh Key.
“Aish.. Kalaupun aku tidak datang, pasti kau akan begadang memikirkan telpon itu. Bukankah biarpun kau bilang kau tidak peduli, nyatanya setelah menerima telpon itu, kau tak pernah bisa tidur kan?”tebak Jonghyun
“Darimana hyung tahu? Kau stalker ya?”tebak Key.
“Kau ini! Aku ini, orangnya amat perhatian! Setiap ulang tahun, matamu terlihat merah. Jangan bilang kau selalu kelilipan setiap tahun.”jelas Jonghyun seraya tersenyum penuh kemenangan.
Key menguap lebar.
“Hyung… pulanglah… kau akan sakit kalau tidak tidur…”ucap Key lirih.
“Benar juga. Key, selamat ya.”ucap Jonghyun seraya pergi keluar.

Matahari bersinar begitu cerah. Key baru saja terbangun dari tidurnya. Benar kata Jonghyun. Semalaman ia terus terjaga dan baru bisa tidur pukul lima pagi. Pantas saja jika saat ini ia masih amat mengantuk.
“Ayo bangun. Matahari sudah begitu tinggi.”ajak Yong In yang tiba–tiba masuk ke kamarnya.
“Saengil chukkahamnida…..!”ucapnya lagi seraya memberikan sebuah bingkisan kecil untuk Key.
“Gomawo.” ucap Key seraya membuka bungkusan itu. Sebuah kalung. Key tersenyum.
“Yong In, apa kau ada acara?”tanya Key.
Yong In menggeleng.
“Temani aku sebentar ya.”pinta Key.

Key membawa Yong In ke pohon tempat dulu ia dan Yoona selalu bersama.
“Untuk yang terakhir…”desah Key dalam hati.
“Nuna, aku akan melupakanmu… Benar– benar melupakanmu…”ucap Key lagi dalam hati.

Daun berguguran. Meninggalkan ranting yang kering.
“Mobil?”tanya Key dalam hati ketika ia melihat sebuah mobil hitam di parker dekat pohon itu. Key berjalan mendekat. Di bawah pohon itu,seorang yeoja berdiri seperti menunggu seseorang.

“Nuna…”ucap Key tak percaya.
“Key-ah! Akhirnya kau datang!” ucap Yoona bahagia.

Tapi, tiba – tiba Yong In muncul dari belakang Key.
“Siapa dia?”tanya Yong In.
“Siapa yeoja itu?”tanya Yoona.
Key tak menjawab. Matanya terpaku lekat pada Yoona. Sosok yang begitu lama di tunggunya. Biarpun, kini sudah makin kurus tapi Key masih mengenal wajah itu.

“Nuna, kenapa kau tidak memberitahuku kau ada di Korea?”tanya Key.
“Padahal aku sengaja tidak mengganti nomer ponselku untuk berjaga– jaga bahwa suatu saat nuna akan menghubungiku.”lanjut Key.
“Kau tidak membacanya?” Key balik bertanya.
“Membaca apa?” Key nampak tidak mengerti.
“Kertas yang kutinggalkan waktu itu…” jawab Yoona lirih.
“Kertas apa?” Key makin tidak mengerti.
“Apa yang kalian bicarakan?”tanya Yong In.

———————————–TBC ————————————

©2010 Reann’s Story

Please comment.. ^^ If you have trouble just comment at my other account Facebook or Twitter

 

About kkangrii

| Moslem |

Posted on November 13, 2010, in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 5 Comments.

  1. Ni FF pertama saeng yah? Udah bca kayaknya , tpi lupa x)
    ayo lanjutkan! Bgus, oppa suka, kata2nya sederhana tpi mknanya dalem ^^b

  2. Ff pertama??
    Kata^nya bgus, saya suka. . .^^
    kashan Yoona. . .

    • Hehehe, bukan FF pertama, FF ketiga ini, kekekeke.. FF pertamaku gagal total, gag jalan, alurnya gag jelas, hahahahaha, FF ke2 Oneshot.. Gag tau kemana [?] Lagi mau di remake ulang, kekeke

  3. Waahhh ,, emang isi kertas yg yoona tulis apa ? , trus key bkal tetep tunangan ???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: