[FF/S/2/PG-15] Past Story Was Gone


Title :
Past Story was Gone

*Gwageoui Iyagiga Eobs-eo Jyeoss-eoyo *

Author :

REANN

Cast :
– Park Yeon Ah *Yoona*
– Kim Kibum *Key*

Supported Cast :
– Kim Jonghyun *Jonghyun*
– Han Yong In *Yong In*
– Lee Jinki *Jinki*
– Choi Minho *Minho*
– Lee Taemin *Taemin*

Genre : Sad Romance

Lenght : 2/4 [1917 words]


……………………………………………………………………………………


“Apa yang kalian bicarakan?”tanya Yong In.

“Nuna! Apa yang kau bicarakan? Aku tidak mengerti.” tanya Key tanpa memperdulikan pertanyaan Yong In.

“Jadi kau tidak…”ucap Yoona.

“Apa yang sebenarnya terjadi!? Aku tunangan Key! Aku berhak tahu apa yang terjadi!” Yong In tiba–tiba berteriak.

Semua mendadak diam.

“Tunangan?”tanya Yoona tak percaya.

“Ne. Nanti sore kami akan bertunangan.”terang Yong In.

“Aku bisa menjelaskannya.”ucap Key.

“bukan..aku..aku… “ Yoona tergagap.

“Aku harus segera pergi.”ucap Yoona seraya pergi meninggalkan tempat itu.

“Nuna! Kau harus menjelaskan semuanya padaku! Kenapa kau meninggalkanku?”tanya Key seraya mengejar Yoona, meninggalkan Yong In sendiri.

Yoona melangkah menuju mobil hitam. Tiba – tiba dari mobil itu keluar seorang namja.

“Jinki -hyung?”tanya Key tak percaya.

“Key?” Jinki ikut terkejut.

“Jinki, kita pergi.”ucap Yoona seraya membuka pintu mobil.

Jinki bergegas masuk.

“Nuna, kau harus menjelaskan semuanya!”pinta Key.

Tapi, Yoona telah menutup rapat pintu mobilnya.

“Apa kau tidak ingin mengatakan sesuatu padanya?”tanya Jinki sambil menyalakan mesin mobil.

Yoona terdiam. Key masih mengetuk kaca mobil. Yoona membuka jendela mobil.

“Seoul hotel kamar 130” ucap Yoona cepat. Lalu kembali menutup kaca jendela dan meluncur pergi.

“Hanya begitu?”tanya Jinki dalam mobil.

“Kupikir kau begitu merindukannya. Sudah lima tahun kau selalu berkunjung ke tempat ini dan akhirnya bisa menemuinya. Dan kau hanya berkata seperti itu?”tanya Jinki sambil menyetir mobil.

“Dia sudah punya tunangan.”desis Yoona.

“Lalu?” Jinki kembali bertanya.

“Sudahlah. Jika dia tahu… kenyataan yang sesungguhnya… bukankah itu… akan menjadi ironis sekali?”ucap Yoona lirih.

Jinki terdiam.

“Mianhae. Kau yang hanya temanku, terpaksa menemaniku… Padahal kau punya kesibukan tersendiri… hanya demi hal bodoh ini… Kau benar. Sebaiknya sudah dari dulu aku melupakannya.”ucap Yoona lagi.

“Gwaenchana. Lalu, sekarang apa yang akan kau lakukan?”tanya Jinki.

“Aku akan mengambil barang–barangku di rumah. Besok aku kembali ke Amerika.”tegas Yoona.

“Secepat itu?”tanya Jinki.

“Aku lelah. Lagipula, jika terlalu lama disini… aku takut…”,

”Arraseo…” Jinki memotong ucapan Yoona.

“Jadi, dia kembali!?”tanya Jonghyun, Minho, dan Taemin serempak tak percaya.

Key mengangguk lirih.

“Dia bersama Jinki hyung.”ucap Key.

“Jinki hyung! Dia sedang di Korea!? Kenapa tidak mengabari kita?”Taemin makin gugup.

“Ayo kita temui mereka! Kita harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.”ajak Jonghyun seraya menarik tangan Key.

Key melepasnya.

“Kenapa?”tanya Jonghyun.

“Yong In. Bukankah hari ini seharusnya aku ada di sisinya?”ucap Key.

Jonghyun kembali duduk, lalu menengok kanan kiri seperti orang bingung. Key tahu Jonghyun ingin menemui Jinki. Semua ingin bertemu dengannnya. Tapi, masalahnya terlalu rumit.

Key beranjak keluar.

“Hyung mau kemana?”tanya Minho.

“Aku harus menemui Yong In. Tadi, aku sudah begitu jahat padanya.”ucap Key seraya menutup pintu dari luar.

Minho dan Taemin beranjak pergi, meninggalkan hyungnya *Jonghyun* yang masih duduk terpaku.

Jonghyun menggaruk kepalanya. Ingin rasanya ia menemui Jinki. Tapi, Key benar. Itu hanya akan memperumit masalah. Tapi, berdiam diri begini juga tak ada gunanya. Key kembali masuk.

“Hyung, setelah pesta pertunanganku… Kita pergi ke Seoul hotel.” ucap Key. Lalu kembali keluar.

“Seoul hotel…” gumam Jonghyun.

“ibu, aku pulang!”ucap Yoona di depan pintu rumahnya.

“Yoona ! Akhirnya kau pulang.”kata ibu seraya memeluk anak semata wayangnya.

“Kenapa kau tidak memberi kabar?”tanya ibu Yoona hanya tersenyum.

“Maaf bu. Aku…”ucapannya terhenti.

“Aku takut ibu khawatir…”ucap Yoona lirih.

“Khawatir kenapa? Jika kau tidak memberi kabar justru ibu akan lebih khawatir.”balas ibu.

Yoona kembali tersenyum. Mana mungkin ia tega memberitahukan pada ibunya mengenai hal itu. Jika ibunya tahu, pasti ibu akan menangis lagi. Persis seperti saat ayah mengalaminya.

“ibu, aku tidak akan lama disini. Aku hanya akan mengambil barang saja.”ucap Yoona.

“Eh? Apa kau sudah mendengar mengenai Key?”tanya ibu.

Ekspressi wajah Yoona berubah. Lalu dengan sebuah senyum yang dipaksakan, Yoona mengangguk.

“Tunangannya… cantik sekali…”ucap Yoona lirih.

Ibu tampak khawatir.

“Gwaenchana. Aku juga… sudah punya kekasih…”dusta Yoona.

“Jeongmal? Padahal tadinya ibu pikir, kau dan Key yang akan…,”

“Eomma, sudahlah. Itu kan sudah lama sekali.”potong Yoona.

“Siapa namja itu? Apa ibu mengenalnya?”tanya ibu.

“Kurasa hampir semua orang mengenalnya.”ucap Yoona.

Ibu tampak penasaran.

“Jinki.”jawab Yoona pendek.

“Jinki? Leader SHINee yang sedang belajar bahasa Inggris itu? Bukankah itu berarti dia satu group dengan Key?”tanya ibu. Yoona mengangguk.

“Ibu, aku lelah. Aku akan menata barangku lalu aku akan pergi.”ucap Yoona.

“Kenapa tidak tidur disini?”tawar ibu.

Yoona menggeleng.

“Aku sudah pesan hotel.”ucapnya.

Setelah dua jam menata barang, Yoona berniat kembali ke hotel.

“Kenapa kau bawa semua barangmu? Bahkan foto keluargapun kau bawa.”tanya ibu melihat barang bawaan Yoona.

“A… aku… Aku…”ucap Yoona gelagapan.

Bagaimana mengatakannya? Yoona melakukannya agar ketika saatnya tiba, ketika akhirnya penyakit itu membunuhnya, ibu tidak perlu menata barangnya sambil menangis. Dulu, ketika kematian ayah, Yoona dan ibunya menata barang sambil menangis. Yoona tidak ingin hal itu terulang lagi. Dia tak ingin ibunya menangis lagi.

“Ah, Jinki sudah menjemput!”ucap Yoona seraya berlari ke arah mobil hitam yang baru saja datang. Jinki membantu Yoona memasukan barangnya.

“Jadi, dia Jinki?”tanya ibu. Yoona mengangguk.

“Maaf ya bu. Kami buru–buru.” ucap Yoona seraya menarik Jinki ke dalam mobil sebelum ibunya menanyakan macam–macam.

Yoona membuka kaca mobil.

“Ibu, jaga diri ibu baik–baik. Selamat tinggal.”ucap Yoona sambil tersenyum.

Belum sempat ibu membalas ucapannya, Yoona segera menutup kaca mobil sebelum air matanya meleleh.

“Kita pergi.” ucapnya pada Jinki.

Jinki segera menjalankan mobilnya.

Yoona langsung menangis sesenggukan begitu mobil berjalan.

“Kau sudah memberitahu ibumu?”tanya Jinki.

Yoona menggeleng di sela tangisnya.

“Bagaimana bisa aku memberitahunya, bahwa anak semata wayangnya sebentar lagi akan meninggal?” Yoona balik bertanya.

“Dia akan lebih sedih jika kau meninggal begitu saja tanpa memberitahu kondisimu sebelumnya.”ucap Jinki.

“Eotteokhae?? apa yang harus aku lakukan? Memberitahu semua orang bahwa aku akan mati?” Yoona balik bertanya.

“Aku sengaja pergi ke Amerika untuk berobat. Aku pergi meninggalkan mereka semua tanpa sepatah kata pun. Aku bahkan mengganti nomer ponselku dan menghapus nomer mereka. Karena jika aku menghubungi mereka pasti aku tidak akan kuat dan pada akhirnya kembali ke Korea. Semua itu aku lakukan supaya mereka tidak mengkhawatirkanku. Bahkan, jika aku meninggal nanti, mereka sudah terbiasa tanpa kehadiranku. Dan sekarang kau menyuruhku untuk memberitahu kondisiku?”lanjut Yoona.

“Tapi, apa kau bahagia mengisi sisa hidupmu dengan kebohongan ini? Apa kau pikir mereka akan bahagia dengan kebohonganmu ini?”tanya Jinki lagi.

“Jika aku memberitahu mereka, mereka akan menghabiskan lima tahun untuk mengkhawatirkanku dan mungkin seharian penuh untuk menangisi kepergianku nanti. Tapi, jika aku tidak memberitahu mereka, mereka hanya akan menangis seharian. Lalu, melupakannya…”terang Yoona.

“Kupikir mereka justru akan menangisimu sepanjang sisa hidup mereka.”balas Jinki.

Yoona terdiam. Air mata masih mengalir di pipinya.

“Apa kau akan menghadiri pesta pertunangan Key?” tanya Jinki.

Yoona tidak menjawab.

“Mereka akan mengerti jika kau tidak bisa hadir.” Lanjut Jinki.

“Aku sudah pesan tiket. Besok pagi kita kembali ke Amerika saja.” lanjutnya lagi.

“Bagus. Makin cepat kita pergi dari korea, akan makin bagus. Aku tidak mau mereka melihatku dalam kondisi kritis.”tambah Yoona.

“Kau tidak ingin menemui member lainnya?”tanya Yoona.

Jinki menggeleng.

“Jika aku menemui mereka sekarang, mungkin aku tidak akan sanggup kembali ke Amerika lagi. Mereka terlalu berarti bagiku.” jawab Jinki.

“Kenapa kau tidak kembali saja ke korea?”tanya Yoona.

“Dan meninggalkanmu sendirian di Amerika? Ayolah. Aku tidak sejahat itu.” Ucap Jinki seraya tersenyum.

“Mianhae..mianhaeyo.. Lagi – lagi karena aku. Jika aku sudah pergi, kembalilah ke Korea. Jaga Key untukku.”pinta Yoona.

Jinki menunduk.

“Jika saja kau masih bisa di sembuhkan…”harap Jinki.

Yoona terdiam.

_________________________________________________________________________

“Yong In, mian.. mianhaeyo.”pinta Key.

“Siapa yeoja tadi?” tanya Yong In dingin.

Key tak menjawab.

“Aku begitu bahagia waktu kau mengajakku ke pohon itu. Ke tempat kenangan kita.”ucap Yong In lirih.

“Yong In, wanita itu… adalah cinta pertamaku… Dan… sebenarnya tempat itu… tempat itu bukan hanya tempat kenangan kau dan aku… tapi juga tempat kenanganku dan yeoja tadi.”aku Key.

“Lalu, kenapa kau begitu peduli pada mantan kekasihmu itu? Bahkan kau meninggalkanku untuk mengejar mobilnya.”tanya Yong In dengan mata berkaca – kaca.

“Dia bukan mantanku… Sampai saat ini, kami belum pernah putus… Juga belum pernah berpacaran…”jelas Key.

“Jadi, sebenarnya siapa yeoja itu bagimu?”tanya Yong In lagi.

Key kembali terdiam.

“Aku sendiri juga tidak tahu… Hubungan kami terlalu sulit untuk dijelaskan dengan kata – kata…”jawab Key.

“Apa kau mencintaiku?” tanya Yong In serius.

Key menatap mata Yong In. Mata yang indah. Sama indahnya dengan mata Yoona. Mungkin itulah yang membuat Key menyukai Yong In. Karena Yong In mempunyai kemiripan dengan Yoona. Ya… mungkin hanya karena itu

Pesta pertunangan berlangsung begitu meriah. Wartawan berdatangan. Key dan Yong In memaksakan diri bertingkah seolah tak terjadi apa–apa. Pesta dilanjutkan dengan pesta ulang tahun Key. Semua orang bergembira. Sementara di hotel, Yoona hanya bisa berharap sekali saja… dan mungkin untuk terakhir kalinya… berharap Key akan datang mengunjunginya.

Pesta telah berlalu. Key segera pergi ke hotel dan kembali meninggalkan Yong In. Jonghyun sengaja tidak jadi ikut. Jonghyun sadar. Ini adalah masalah Key dan Yoona. Setelah begitu lama menunggu, akhirnya Yoona kembali. Pastinya ada beribu pertanyaan yang ingin di ajukan Key. Oleh karena itu, Jonghyun memilih tetap berada bersama member lain.

Akhirnya Key sampai ke kamar Yoona.

“Nuna…”panggil Key lirih.

Yoona terdiam. Menatap wajah Key. Mungkin ini adalah terakhir kalinya ia melihat wajah namja itu.

“Kenapa nuna pergi begitu saja?”tanya Key. Yoona tak menjawab.

“Kenapa nuna kembali? Kenapa Jinki hyung kembali bersama nuna?”tanya Key lagi.

“Kenapa kau mengganti nomer ponsel? Kenapa kau tidak memberitahu siapapun kemana kau akan pergi?”tanya Key beruntun.

Yoona diam seribu bahasa.

“Nuna, kenapa?”tanyanya lagi.

“Nuna, kau tidak tahu bagaimana perasaanku begitu kau pergi. Kau bahkan tidak mengatakan sepatah katapun padaku. Kemudian kau kembali. Kembali saat aku sudah bersama Yong In…”ucap Key lirih.

Yoona tersenyum tipis.

“Cepat atau lambat kau akan tahu…”ucap Yoona lirih.

“Nuna…”

“Pertanyaan itu, simpan saja dalam–dalam. Suatu saat kau akan tahu kenapa.”lanjut Yoona.

“Jaga dirimu baik – baik.”pesan Yoona.

“Apa nuna akan kembali ke Amerika?” tanya Key.

Yoona tersenyum lagi.

“Nuna, jangan begitu padaku.” pinta Key polos.

“Aku harus pergi.”jawab Yoona dengan suara bergetar.

“Jaga tunanganmu baik – baik.” lanjut Yoona.

“Nuna… saranghaeyo…”

Yoona terdiam.

Tiba – tiba Yoona merasakan sesuatu yang hangat mengalir dari hidungnya. Darah…

“Nuna, kau tidak apa – apa?”tanya Key.

“Aku tidak apa – apa! Cepat keluar!”ucap Yoona seraya mendorong Key keluar dan mengunci pintunya.

“Nuna! Apa yang terjadi!? Nuna, biarkan aku melihatnya! Noona!!” pinta Key seraya memukul pintu.

Yoona duduk bersandar pada pintu.

“Key-ahh, kau masih…”ucapnya lirih.

“Nuna… Nuna… biarkan aku masuk, nuna.”pinta Key.

Yoona mengambil ponselnya.

“Jinki, kau masih di hotel?” tanya Yoona sambil tetap menutup hidungnya agar darah tidak berceceran.

“Ne. Aku ada di bawah. Apa yang terjadi? Suaramu terdengar aneh.”jawab Jinki.

“Aku butuh bantuanmu. Key saat ini ada di depan kamarku.”ucap Yoona.

“Key?” tanya Jinki kaget.

“Baik. Aku akan segera ke atas.”kata Jinki seraya berlari ke lift.

“Nuna! Kumohon!”pinta Key.

Key menyerah. Dia terduduk bersandar pada pintu.

“Nuna, aku tahu nuna juga tengah bersandar pada pintu ini.”ucap Key lirih.

“Nuna, kau bisa mendengarku kan?”tanya Key.

“Nuna, kumohon… biarkan aku masuk… mungkin ini terakhir kalinya aku mengunjungi noona…”ucap Key lirih.

Ekspresi wajah Yoona berubah.

“Nuna, Yong In adalah tunanganku. Sebentar lagi kami akan menikah. Aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja. Karena itu nuna… biarkan aku masuk… Biarkan aku menemui nuna untuk terakhir kalinya. Apa pertemuan terakhir kita hanya seperti ini saja?”tanya Key.

“Key-ah, jika saja kau datang di saat yang tepat. Saat ini mana mungkin kubiarkan kau masuk dan melihatku berlumuran darah begini?”harap Yoona dalam hati.

“Nuna, kita harus bicara… Untuk terakhir kalinya…”pinta Key lagi.

Yoona terdiam.

“Ini tidak akan menjadi yang terakhir kali jika kau mengetahui kondisiku. Pasti kau akan mengunjungiku lagi. Dan akhirnya meninggalkan Yong In.”tebak Yoona dalam hati.

“Sabarlah Yoona. Kuatkan hatimu. Jika saat ini kau membuka pintu dan menatap wajahnya lagi. Kau tidak akan kuat untuk meninggalkannya lagi.”batin Yoona menyemangati dirinya sendiri dalam hati.

===================TBC==================

©2010 Reann’s Story

Please comment.. ^^ If you have trouble just comment at my other account Facebook or Twitter


About kkangrii

| Moslem |

Posted on December 17, 2010, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: