[FF/Ficlet] First Note : “MIDNIGHT FANTASY”

Midnight Fantasy

 

TITLE :

FIRST NOTE – MIDNIGHT FANTASY

AUTHOR :

Areta Annora “REANN”

GENRE :

I Don’t Know #gubrakk

MISTERY [?] may be

LENGHT : FICLET [1368 words]

RATE : PG-17 – NO CHILD!!

A.N :

Awalnya mau kubuat drabble kok malah jadi Ficlet. Hahahahaha.. Ficlet ini masih berlanjut ya.. Dengan next story “2nd NOTE”. Tapi masih belum nyari ide. Ini aja bikinnya malem-malem biar feelnya, dan kubuat asal ketik. Jadi maafkan saya kalo hancur begini u.u

==================================

Catatan Pertama – Midnight Fantasy

Ini hanyalah sebuah catatan, mengenai apa yang terjadi saat itu.. 23 Desember 2010.. Tidak ada yang special memang. Namun cukup ‘pantas’ jika kutorehkan cerita ini dalam sebuah memory yang takkan kandas oleh waktu. Aku tidak menorehkannya dalam selembar kertas atau buku diary sebagaimana yang biasa Kibum lakukan. Aku hanya cukup menyimpan catatan ini dalam otakku, dan mengabadikannya dalam hatiku.

=============================

Aku melirik arlojiku. Angka 11 tertunjuk oleh jarum kecil di dalamnya, dan angka 12 oleh jarum yang lebih panjang. Dan bisa kau bayangkan betapa lelahnya aku saat ini? Kini aku juga debut sebagai member S.M The Ballad. Bukanya aku tidak suka, hanya saja aku lelah. Jadwalku bertambah padat sejak itu. Dan waktu istirahatku makin berkurang karenanya.

Sudah malam begini.. Dan aku baru selesai berlatih..berlatih..dan terus berlatih.. Ingin aku kembali ke appartement kami [SHINee]. Namun segera kuurungkan niatku mengingat perasaanku sedang galau…

Aku tak ingin mereka, [member SHINee yang lain] menjadi pelampiasan atas kekesalan yang kurasakan kini. Aku juga tak ingin mereka khawatir mengenai keadaanku. Aku butuh hiburan, karena aku lelah setiap hari harus menghibur ribuan orang…. atau bahkan ratusan ribu karena masih banyak penggemar kami di luar sana

————————————————————————

Kulajukan mobilku -sangat kencang – menembus tirai kegelapan di malam hari. Aku sendiri tak tahu kemana tempat yang kan kutuju. Aku hanya mengikuti alur jalan yang sama sekali tak berliku. Hingga sebuah tempat di sisi kiri jalan nampak oleh sudut mataku – dan perhatianku terpancing karenanya. Aku tersenyum seraya berkata dalam batinku, Kurasa aku butuh hiburan seperti ini.

Segera kuparkirkan mobilku ditempat yang sengaja disediakan untuk menaruhnya. Awalnya aku ragu untuk memasuki tempat ini, karena beberapa alasan.

Pertama, aku belum pernah sama sekali mengunjungi tempat semacam ini di Korea. Lain cerita jika di luar negara Ginseng ini.

Kedua, aku adalah seorang artis besar.. ketenaranku tak hanya sebatas di Korea saja. Kurasa hampir seluruh penjuru asia mengenalku. Meski mungkin hanya mengenal namaku sebagai salah satu member boyband yang sedang naik daun. Kurasa popularitasku akan ‘sedikit tercemar’ jika ada orang yang sampai tahu keberadaanku di tempat macam ini. Namun, sepertinya alasan semacam ini bisa kukesampingkan. Meski namaku tercemar kemudian, aku bisa dengan mudah membersihkannya.

Ketiga.. Mungkin ini yang menjadi masalah. Jika sampai manager hyung tahu akan yang kulakukan, entahlah.. aku masih tak bisa menduga apa yang akan terjadi padaku kemudian. Namun firasatku berkata ini akan berbahaya. So.. as you know, aku tentu akan sangat berhati-hati mengenai hal ini.

Well, kupijakkan kakiku untuk kali pertama di ‘club ini’. Tidak cukup terkenal, bahkan aku tidak tau namanya – namun aku memang sengaja memilih club ini. Akan lebih mudah bagiku untuk bersembunyi dalam fakta mengenai club ini.

————————————————————————–

Aku melangkah mendekati bar yang terletak di sudut club. Kerlap-kerlip laser membuatku sedikit pusing. Belum lagi, alunan suara hip hop begitu memekakkan gendang telingaku. Dan bau.. Ya bau khas club – amat menyengat, kau pasti tahu itu. Namun aku benar-benar suka suasana ini – berbeda dari yang biasa kulihat .

Lama aku terdiam – tak bergeming sedikitpun dari posisi awalku. Belum segelas wine pun yang kuteguk. Aku memang sedang menikmati suasana ini, memandang kupu-kupu malam yang bertebaran – berusaha mencari tempat hinggapannya. Dan, ukhh… Mereka menangkap basah sosokku yang sedang memperhatikannya. Aku hanya tersenyum saat mereka mulai beraksi, mendekatiku perlahan dengan gaya jalannya bak seorang model.

“Kau begitu menawan”, ujar salah seorang dari mereka yang kini duduk di sampingku.

“Akan kutemani sampai kapanpun kau mau”, lanjutnya.

No thanks – aku sama sekali tak tertarik padamu, Ingin aku berkata begitu namun tidak kusuarakan. Aku lebih memilih untuk tetap diam dan sesekali tersenyum, ini akan lebih mempesona bagi wanita manapun yang melihatnya.

Namun aku tak habis pikir, benarkah mereka sama sekali tak mengenalku? Kim Jonghyun, sang lead vokal SHINee. Tidak bisa kupercaya, padahal kami berpijak dalam dunia yang sama – dunia hiburan. Dan tujuan ‘kami’ pun sama.. sama-sama ingin memperoleh uang. Hanya bedanya, aku menghibur para wanita dengan kemampuan vokal dan ketampananku. Sedang mereka, kupu-kupu malam menghibur para pria untuk memuaskan hasrat mereka. Sepertinya memang tak seorang pun yang mengenalku di sini. Begitu pula denganku, tak seorang pun yang ku kenal di club ini.

Kualihkan pandanganku ke arah dance floor yang terletak di tengah-tengah.

Kuamati setiap pasangan insan yang sedang bergaya, menikmati alunan lagu hip hop – hingga pandanganku terfokus pada sosok wanita yang juga sedang menikmati lagu ini. Sendiri, tanpa pasangan. Ya Tuhan.. Di nampak begitu cantik, anggun dengan nord dress yang ia kenakan. Aura yang berbeda terpancar saat aku menatap lekat sosoknya. Aura macam apa ini? Aku tak menggerakkan kelopak mata ku sama sekali, tak ingin sosoknya lepas dari jangkauan mataku. Tak ingin menyia-nyiakan pemandangan menakjubkan, makhluk ciptaan Tuhan yang ditakdirkan menemani kehidupan sang pria. Ingin kuhabiskan waktuku di sini hanya untuk menatapnya detil-detil, dan kurekam gambaran akan dirinya jelas dalam ingatanku.

“Kau pasti bisa mendapatkan gadis itu…” Kudengar seseorang membisikkan hal ini padaku. Ahh.. atau ini adalah bisikan hatiku? Benarkah? Kurasa hasrat menginginkannya adalah bisikan setan.

Dipikir-pikir hal itu memang benar, aku pasti bisa mendapatkannya.

Aku memang tidak setampan Minho. Tapi asal kau tahu, berjuta kharisma terselubung dalam diriku. Mungkin julukan ‘flaming kharisma’ akan lebih cocok jika dilekatkan pada namaku. Saat menyanyi, aku memiliki kharisma tersendiri. Saat menatap seseorang, aku pun mempunyai kharisma tersendiri. Dan bahkan saat aku terdiam, kharismaku masih tetap terlihat dan begitu menarik perhatian orang.

Dan kharisma itu.. kharisma yang sama dengan kumiliki, dimiliki juga oleh gadis itu.

“Cepat atau lambat, aku pasti mendapatkannya..” Astaga! Kata-kata itu meluncur begitu saja dari bibirku. Ya memang, aku begitu terobsesi dengan ‘gadis itu’. Bukan Kim Jonghyun namanya jika aku tak sanggup membuat ‘gadis itu’ bertekuk lutut di hadapanku.

Kulihat seorang gadis lain mendekati ‘gadis itu’. Ahh dia… Dia wanita tadi yang duduk di sampingku. Argghh.. Sejak kapan ia pergi? Bahkan aku sama sekali tak menyadarinya. Dia terlihat seperti membisikkan sesuatu, tepat di telinga ‘gadis itu’. Kurasa mereka saling mengenal, atau?? Oh God! Jangan sampai! Aku tak sanggup menerima kenyataan jika ‘gadis itu’ juga seorang wanita penghibur.

“Aish h h h h …….. SHIITTTT!!!” umpatku.

DEGGGG. Kurasakan sesuatu bergumuruh di dadaku. ‘Gadis itu’…. Dia menatapku dan menyunggingkan sebuah senyuman di bibir manisnya. Aku menatap sekeliling, memastikan tak ada pria yang sedang duduk di sekitarku. Dan benar! Senyum itu memang untukku. Ohh… Bahkan aku belum melancarkan aksiku untuk mendapatkannya, namun dia sudah…

Kini dia melangkah mendekatiku.

Satu langkah…

Aku terpana dengan cara jalannya.

Dua langkah…

Aku bisa mendengar degup jantungku kini.

Tiga langkah…

Ia menyibakkan rambut panjang yang menutupi dadanya kebelakang.

Semakin dekat…

4 Langkah…

Sesak, aku tak sanggup menahan sesuatu yang menggumpal di dadaku kini. Apakah pada akhirnya aku yang akan bertekuk lutut dihadapannya?

Semakin dekat…

Dekat…

Dan akhirnya aku bisa menghempaskan udara yang tercekat di tenggorokanku. Ia menghentikan langkahnya di lounge area, tepat di hadapanku. Ia menarik lengan salah seorang pria yang duduk di sana. Apa-apaan ini???

Rasa itu kembali menggumpal didadaku. Bukan.. Namun bukan rasa deg-degan atau sejenisnya. Ini seperti cemburu… Yeaaahh, kau tau itu. Aku hanya bisa menatapnya yang terlihat asyik berdansa dengan pria itu. Kuhentakkan kakiku keras-keras ke lantai, melampiaskan amarah yang kian memuncak. Dan well… Aku meneguk segelas wine… Nikmat… Fantasy yang mengasyikkan kurasakan saat minuman itu mengisi rongga mulutku dan meninggalkan jejak di lidahku. 2 gelas… 3 gelas… 4 gelas… Dan entah sudah berapa gelas wine yang kuteguk.

Yah.. Aku sama seperti Onew hyung. Kuat meneguk hingga 10 botol wine sekalipun. Dan aku sama sekali tidak dalam keadaan tak sadar… Aku masih sadar 100 %. Hanya saja aku merasakan sesuatu yang berbeda, fantasy yang sungguh nikmat…. aku seperti sedang berdansa dengan ‘gadis itu’.

Kulirik arlojiku, oh sudah 2 jam aku berada di club ini. Sungguh benar-benar tak terasa…

Aku segera beranjak. Kepalaku kini terasa sedikit berdenyut… masih menikmati fantasy yang timbul secara alami saat aku meneguk beberapa gelas wine. Dan akhirnya aku bisa sampai dalam mobilku. Kucoba memijit kepalaku sebentar agar rasa ini tak menggangguku saat mengendarai mobil.

Dan akhirnya kulajukan mobilku menuju appartement SHINee. Membawa kenangan malam ini saat bersama dengan ‘gadis itu’ – meski kenangan itu hanya sebuah fantasy belaka. Setidaknya.. aku akan mewujudkannya cepat atau lambat……

Inilah catatan pertama yang terekam dalam ingatanku mengenai ‘gadis itu’. Gadis berkharisma yang kutemui di sebuah club – yang ternyata bernama Club Eden – kuketahui saat aku melirik papan yang tergantung diatas pintu masuk club.

Kharisma yang begitu kuat terpancar dari dalam dirinya, hingga kini masih bisa kurasakan. Aku ingat betul saat dia berjalan, tersenyum, berdansa…

“Kau pasti bisa mendapatkannya.” Lagi-lagi suara itu terdengar samar-samar di telingaku.

================E.N.D================

©2010 Reann’s Story

Please comment.. ^^ If you have trouble just comment at my other account Facebook or Twitter

 

About kkangrii

| Moslem |

Posted on December 24, 2010, in Fan Fiction and tagged , , , . Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. . . .
    Pahitnya sebuah kenyataan. . .
    ^^biar terekam dalam memori,, dan hanya aku (jonghyun) yang tau. . .

    • Alma . . . Kau ini ngoment apa bikin puisi c? #teplak jeduar hahahaha…
      Lagi2 aku meler bacanya.. Ayo deh ma, jadi pengen baca FFmu nih ;D

  2. ^^haha… entah apa…
    kbanyakan ngayal :p
    hehe,, yah,, blog wp bru bkin c… aku nulisnya d blogspot>,<
    aku post d fb aku aja y^^

  3. unnie, biasa ni. Ayo lanjut. Bnyak bgt ff yg gak lanjut T,T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: