[FF/S/1] The SORROW TWILIGHT

kkangrii18.wordpress.com

Title : The SORROW TWILIGHT

Genre : Romance, Mistery,

Rate :  STRAIGHT/PG -15

Lenght : chapter 1 [1826 words]

CAST :

* Kim Kibum – belongs to Key SHINee

* Jung Yong-Joo – belongs to Nicole KARA

* Park Yeon-ah – belongs YOU-readers

* Lee Jinki – belongs to Onew SHINee

* Kim Haejin – belongs to Rhanthy Hapssary

========================================

CHAPTER 1 -Because of You-

23 years ago ……………………..

23 September 20….

-Author POV-

Seorang gadis berjalan keluar dari kelasnya. Menyusuri koridor panjang. Semua mata tertuju untuknya. Nicole, begitu ia biasa dipanggil. Dia begitu sempurna. Otaknya cemerlang. Perilakunya baik. Tubuhnya tinggi semampai. Begitu sedap dipandang. Kakinya jejang. Wajahnya pun cantik. Matanya bening dan bersinar. Rambutnya pendek sebahu. Namun ayahnya meninggal saat ia masih kecil. Tapi ia tetap bisa tumbuh menjadi seorang gadis yang ’sempurna’.

Gadis lain juga berlari keluar dari kelasnya. Berbeda dengan gadis pertama. Dia begitu terburu – buru, seolah ada yang mengejarnya. Park Yeon-ah namanya. Tubuhnya memang tidak setinggi Nicole. Rambut hitamnya digerai begitu saja di punggungnya. Tidak pernah sekalipun ia menggunakan aksesoris untuk menghias rambut atau wajahnya. Raut wajahnya terkesan tidak peduli akan semua. Siapa sangka bahwa ia adalah adik dari Nicole. Mereka begitu berbeda luar dalam. Namun ada sesuatu yang membuatnya juga begitu berbeda dari orang Korea kebanyakan. Matanya… Warnanya bukan hitam kelam macam orang Korea kebanyakan. Tapi juga bukan biru atau hijau seperti orang barat. Warnanya… coklat tipis… Bersinar indah jika dilihat di tempat terang. Seolah anak matanya transparan bak kaca bening.

“Yeon-ah!” panggil Nicole begitu ia melihat Yeon-ah yang berlari terburu-buru. Namun Yeon-ah tidak berhenti. Menolehpun tidak. Ia terus berlari menyeruak kerumunan. Bahkan hingga menabrak seorang pria.

“Ah, mianhae!” ucap Yeon-ah sekenanya sambil terus berlari, meninggalkan pria yang masih duduk terbengong itu.

“Anak itu…” keluh Nicole seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.

Nicole bergegas menghampiri pria yang baru saja di tabrak Yeon-ah. Pria itu mencoba bangkit berdiri namun nampaknya masih belum sepenuhnya lepas dari rasa kaget.

“Gwaenchanayo?” tanya Nicole seraya mengamati pria itu dari atas ke bawah untuk berjaga – jaga jika ada bagian tubuhnya yang terluka karena yeon-ah.

“Eh? Ne. Gwaenchana.” Jawab pria itu.

“Tolong maafkan dia. Belakangan dia memang agak aneh. Harap dimengerti.” Nicole membungkukan badannya sebagai tanda permintaan maaf.

“Ah, tidak apa.” Jawab pria itu sambil tersenyum manis.

“Oh? Kau… Kim Kibum?” tebak Nicole.

“Dan kau… Nicole bukan?” kibum ikut menebak.

Lalu keduanya tertawa kecil.

“Tidak disangka pertemuan pertama kita seperti ini. Aigoo!! Padahal aku mengharapkan pertemuan yang lebih baik dengan ‘pria paling tampan’ di sekolah ini.” Canda Nicole.

“Dan pertemuan pertamaku dengan ‘gadis paling sempurna’ terjadi saat aku jatuh. Benar – benar memalukan.” Balas kibum.

Keduanya kembali tertawa.

Kibum menghentikan tawanya. Dan mulai mengamati Nicole dari atas sampai bawah.

“Jadi… kau ‘gadis paling sempurna’ itu.” Ucapnya.

“Itu hanya sebutan kekanak-kanakan. Mohon jangan terlalu dianggap serius.” Ucap Nicole merendah.

“Ternyata… memang benar – benar sempurna.” Lanjut kibum sambil kembali mengamati Nicole.

Nicole tersipu malu.

“Kibum-ah… Umm… Aku harus mengejar adikku. Apa kau keberatan jika aku pergi sekarang?” tanya Nicole yang mulai merasa tidak nyaman dengan situasi ini.

“Oh, iya. Tentu saja iya.” Jawab kibum gelagapan.

“Apa itu berarti kau keberatan?” dahi Nicole berkerut.

“Eh? Iya. Maksudku, tidak. Aku tidak keberatan. Aigoo! Aku ini kenapa sih?” Kibum menggeleng-gelengkan kepalanya.

Nicole kembali tersenyum geli.

“Kau ini ternyata humoris juga.” Ucap Nicole.

“Kau tahu? Tadinya aku agak keberatan dengan gossip bahwa aku dan kau ada hubungan. Maksudku… Kita bahkan belum pernah bertemu sama sekali. Kita hanya mendengar berita mengenai satu sama lain dari mulut ke mulut. Tapi, setelah aku mengetahui kepribadianmu… kupikir aku akan mulai terbiasa dengan gossip itu.” Lanjut Nicole.

Sebelum Kibum sempat menjawab, Nicole sudah melangkah pergi dengan riangnya. Mulut Kibum padahal sudah terbuka seolah hendak mengatakan sesuatu. Namun segera ditahan karena kepergian Nicole. Nicole menoleh dan lagi – lagi tersenyum. Begitu manis. Cantik sekali, membuat kibum terpaku menatapnya.

“Jadi gossip itu benar?” tanya Jinki yang tiba – tiba muncul dari belakang dan menepuk pundak kibum.

Kibum menoleh.

“Darimana kau muncul? Aku tidak mendengar langkah kakimu.” tanya Kibum tanpa memperdulikan pertanyaan jinki.

“Sejak kapan kau dan Nicole pacaran?” tanya jinki lagi.

“Kau ini hantu ya?” tebak Kibum.

“Apa kau ingin kuubah jadi hantu?” tantang jinki.

“Tentu saja tidak.” Jawab kibum cepat.

“Lalu jawab pertanyaanku.” Jinki kembali mengembalikan topic pembicaraan.

Kibum menarik napas.

“Kami baru bertemu lima menit yang lalu. Baru lima menit.” Ucap kibum sambil meregangkan lima jarinya lebar – lebar tepat di depan wajah jinki.

Jinki menjauhkan telapak tangan kibum dari wajahnya.

“Jadi, kau baru bertemu lima menit dan langsung pacaran!?” tebak jinki tak percaya.

“Yaak! Lee jinki! Kau ini pabo ya?” tanya Kibum ketus.

“Pabo!?” ulang jinki dengan tampang yang memang agak bodoh.

Kibum tak lagi memperdulikan Jinki. Ia lebih memilih untuk pergi dari tempat itu.

“Aku tidak pabo! Yaaak!!” panggil Jinki.

Namun Kibum tidak menoleh sama sekali.

“Kim Kibum!!” Jinki mengejar Kibum dan mendaratkan pukulan kecil ke kepala Kibum.

“Apa yang kau lakukan!?” protes Kibum dengan tangan masih memegangi kepala tempat tadi pukulan jinki mendarat.

Jinki hanya tertawa senang. Kibum balas menendang tulang kering Jinki. Jinki memekik.

“Kim kibum, kau gila ya!? Kita ada pertandingan basket sebentar lagii dan kau hampir mematahkan tulang keringku.” Jinki mengangkat sebelah kakinya dan memeganginya erat sambil meringis nyeri.

“Tanpa kau kami masih bisa menang.” Ucap kibum enteng sambil melanjutkan langkahnya.

“Aku ini kapten kalian. Kalau diibaratkan sebagai tubuh, aku ini adalah jantung team. Tanpa aku mana bisa kalian menang?” balas jinki seraya mengekor langkah kibum.

“Team kami adalah tanaman. Tidak butuh jantung untuk hidup.” Ucap Kibum sekenanya tanpa menghentikan langkahnya.

“Kalau begitu aku adalah batang. Tanaman mana yang bisa hidup tanpa batang?”

“Lumut.”

“Apa lumut termasuk tanaman?”

Obrolan mereka masih terus berlanjut. Begitu bahagia memang masa SMA, bagi beberapa orang. Namun bagi beberapa lainnya… Masa SMA adalah…

————————————————————————————–

Yeon-ah terus berlari menuju gerbang sekolah. Terlambat. “Dia” sudah ada di sana. Kim Haejin. Satu angkatan dengan Yeon-ah. Haejin iri dengan Nicole. Semua orang di sekolah ini, tahu itu. Wajahnya memang cukup cantik. Biarpun wajah Nicole jauh lebih cantik. Namun sikapnya benar – benar buruk. Berbeda dengan Nicole yang cantik luar dalam.

Yeon-ah berusaha berbalik dan berlari kearah sebaliknya. Namun tangannya dengan cepat dicengkram erat oleh Haejin. Haejin menariknya dengan keras. Yeon-ah meringis kesakitan.

“Apa yang kau lakukan!?” protes Yeon-ah mencoba melepaskan diri. Namun cengkraman Haejin terlalu kuat.

“Kau adiknya kan?” tanya haejin ketus.

“Aku tidak ada hubungan dengannya.” Balas Yeon-ah sambil terus meronta.

“Beritahu kakakmu! Jangan dekati Kibum oppa. Dia adalah milikku.” Lanjut Haejin.

“Beritahu saja sendiri.” Balas Yeon-ah.

“Kauu…!”

“Aku dan dia… mungkin memang kakak adik. Tapi hanya itu. Hanya kakak adik. Tak ada hubungan lain. Kalau kau ada masalah dengan kakakku, katakan padanya! Jangan padaku. Aku bukan pengirim pesan.” Potong Yeon-ah.

“Aku… juga tidak mau menjadi adiknya. Bukan aku yang meminta untuk menjadi adiknya. Keberadaanku sebagai adiknya adalah suatu kesalahan. Kami begitu berbeda. Sungguh berbeda.” Volume suara Yeon-ah melirih.

Cengkraman tangan Haejin juga melemah. Haejin mengambil sebotol air minum. Dan perlahan menumpahkannya dari puncak kepala Yeon-ah. Air yang dingin segera mengalir membasahi tubuhnya. Yeon-ah terlalu terkejut untuk menghindar.

Tiba-tiba sebuah tangan mencengkram pergelangan tangan haejin. Menghentikan jatuhnya air dari botol. Yeon-ah menoleh pada sang pemilik tangan yang telah menolongnya.

Nicole…

Nicole menatap Haejin tajam. Haejin segera menghentakkan tangannya untuk melepasakan diri dari cengkraman Nicole.

Haejin kini balik menatap Yeon-ah sinis.

“Tidak ada hubungan ya?” tanya Haejin sinis.

Yeon-ah hanya bisa balik menatap Haejin seolah berkata “Tapi bukan aku yang memintanya datang.”

Haejin kini balik menatap Nicole penuh iri. Menghempas botol minuman yang ada di tangannya. Lalu pergi meninggalkan kakak beradik itu.

“Gwaenchana, Yeon-ah?” tanya Nicole khawatir seraya mengambil sehelai saputangan dan mulai mengelap tubuh Yeon-ah. Tanpa diduga, Yeon-ah menhentakkan tangan Nicole dengan keras. Membuat saputangan itu terjatuh ke tanah. Nicole Nampak begitu terkejut. Ia menatap yeon-ah tak percaya.

Nicole yang merasa serba salah mengambil lagi saputangannya dan membersihkan serpih tanah yang menempel lalu mencoba mengelap bahu Yeon-ah. Yeon-ah lagi-lagi menghempasnya. Nicole membungkuk dan berniat mengambil sapu tangan itu lagi.

“Hentikan!” Perintah Yeon-ah.

Nicole bangkit perlahan. Menatap wajah Yeon-ah lurus.

“Aku bilang hentikan.” Ulang Yeon-ah lagi dengan suara yang lebih lirih.

“Yeon-ah…” ,

“Sampai kapan kau mau begini!?” potong yeon-ah cepat.

Yeon-ah segera mengatur napasnya yang terburu. Dadanya naik turun.

“Aku hanya ingin membantu.” Ucap Nicole lirih.

“Lalu bantulah aku!” balas yeon-ah.

“Bantulah aku dengan tidak membantuku lagi.” Lanjut yeon-ah ketus.

“Tapi…” Nicole mencoba merangkai alasan.

“Aku begini juga karena onnie. Karena onnie hidupku terus menderita. Karena onnie semua orang tidak menganggapku. Semuanya karena onnie! Karena onnie!”

Yeon-ah POV

Aku segera berlari menjauh sebelum Nicole sempat membalas perkataanku. Terus berlari. Aku ingin berlari… sejauh yang aku bisa. Berlari ke tempat terjauh. Dimana tak ada orang yang mengenalku. Dimana tak ada orang yang mengenal onnie. Dimana tak ada orang yang tidak tahu bahwa kami bersaudara.

Sayang sekali, langkahku terhambat oleh hakikat raga. Ada seorang pernah berkata, bahwa jiwa seseorang pada dasarnya adalah sesuatu abstrak yang bebas. Raga mungkin bisa diikat dirantai dalam ruang sempit. Namun jiwa manusia selalu bebas adanya. Dan aku ingin bebas. Aku ingin berlari sejauh mungkin, tanpa raga yang menghadang. Aku ingin bebas dari raga. Ingin bebas sebebas jiwa. Berlari menentang waktu dan ruang. Mencari tentram sejati. Aku ingin semua itu. Benar – benar ingin…

Namun aku bukanlah jiwa yang bebas. Biarpun aku tahu jiwa yang bebas itu masih hidup dalam diriku… terkurung dalam raga yang terbatas ini. Bagai burung dalam sangkar. Tapi raga ini nampaknya belum siap melepaskan sang jiwa. Aku hanya sanggup berlari sampai ke tanah kosong di belakang sekolah.

Tempat ini begitu sepi… tenang… Hanya ada sebuah pohon dengan satu bangku kayu di salah satu sisinya. Biarpun tidak sesempurna tempat yang ku idamkan, namun sudah mendekati baik untuk kategori yang kutetapkan. Sepi dan tidak ada orang yang mengenaliku.

Aku duduk di sudut bangku tersebut. Melihat keadaan diriku sejenak. Basah dan dingin. Aku menarik napas panjang. Sebenarnya ingin aku pulang terlebih dahulu ke rumah dan mengganti baju. Lalu kembali lagi ke tempat iniI hanya untuk sekedar duduk menanti matahari terbenam. Tapi, jika aku tiba di rumah pasti Nicole sudah terlebih dahulu tiba disana. Ia akan menanyaiku macam – macam lagi. Aku benci itu. Dan kesempatan untuk kembali ke tempat ini mungkin akan tertunda hingga esok hari mengingat betapa keras kepalanya Umma.

Aku benci Nicole. Entah sejak kapan dan karena apa aku mulai membenci Nicole. Aku juga sudah tidak begitu ingat. Yang pasti rasa benci itu masih tertanam di hatiku. Sejenak aku memejamkan mataku. Mencoba mengingat alasan dari kebencian ini. Sepotong demi sepotong ulasan kejadian mulai mengambang di danau ingatanku. Aku tersenyum pahit.

“Karena itu ya?”

================T.B.C================

©2010 Reann’s Story

Please comment.. ^^ If you have trouble just comment at my other account Facebook or Twitter


About kkangrii

| Moslem |

Posted on December 27, 2010, in Fan Fiction and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 7 Comments.

  1. Udah bca d note fb saeng. Hehe🙂
    chpt 8. . . Saya tunggu.

  2. Muasin koq.
    Keren, suka.Suka.Suka ^^

  3. Hai hai
    reader baru nih🙂
    crita nya bgs loh. Like it so much lah
    suka dhe ma karakter yeon ah nya. Kasian ><
    di tunggu ya chap slanjutnya

    ps: kl ada wktu mampir jg ya ke blog ku

  4. aq pnazarand ne knpa yeon-ah bnci ma cole.. mreka bkn saudara kandung kan..

  5. Key_Sha-lockets

    daebak thor .. seru !!

  6. Part 1 nya jempol hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: