[FF/S/4/NC-21] Don’t Cry My Love – End

TITLE : DON’T CRY MY LOVE

AUTHOR : Areta Annora a.k.a “REANN”

GENRE : Romance

LENGTH : Part 4 [3025 words]

RATE : STRAIGHT/NC-21

CAST :

– Song Hyena/Kim Haejin a.k.a YOU-Readers

– Lee Donghae

– Park Yeon-ah

– Kim Jonghyun

– Lee Hyukjae

DISCLAIMER : I ONLY HAVE THE PLOT STORY, Steal it? You die… xDD

A.N :
Akhirnya tamat juga. Aduh maaf ya kalo jelek begini ._.  Maaf juga ngepostnya lama begini. Makasih buat readers yang setia menanti sampai ending x*). Tolong kasih kritik atau saran yah.. Biar nanti tulisanku semakin berkembang. Oyah, dimohon, UNDER 19 tahun jangan baca part yang kukasih warna biru. U,u

================================================

 


Seringain lebar tercipta saat Donghae mendapati wajah Hyena berwarna keperakan itu. Oh, betapa anggunnya. Dengan cepat Donghae melepas baju dan kaos yang membalut tubuhnya dan melemparnya asal hingga nampaklah dadanya yang bidang dan lekukan di perutnya yang seksi.
 

Hyena amat terkesiap saat Donghae memegang bahunya erat dan merebahkan tubuhnya pelan diranjang. Terlebih saat Donghae menindih tubuhnya.

“Donghae.. Ja..”

Belum sempat Hyena meneruskan kalimatnya, Donghae sudah terlebih dahulu melahap bibirnya. Hyena meronta-ronta. Namun apa boleh buat, tenaga yang Donghae miliki jauh lebih besar. Kedua tangan Donghae mencengkeram tangan Hyena erat, membuatnya tidak dapat bertindak banyak. Ia masih terus memberontak, berusaha menggelengkan-gelengkan kepalanya agar Donghae kesulitan menciuminya. Tapi gagal. Donghae malah menggigit bibir bawah Hyena dengan liar, dan menyeruak masuk kedalamnya. Hyena terbaring pasrah di ranjang. Sekujur tubuhnya dibasahi oleh keringat, membuat Donghae semakin bernafsu.

Desahan lembut meluncur dari bibir Hyena saat lidah mereka saling berpagutan. Libido Donghae meningkat dalam sekejap. Ia semakin liar menciumi bibir Hyena dan melumatnya.

Ciuman Donghae bergeser ke arah telinga Hyena, menjilati daun telinganya yang kenyal. Hyena menggelinjang geli. Kemudian Donghae melepas cengkeramannya pada tangan Hyena. Ia menyeringai saat tangannya meraba-raba blouse yang Hyena kenakan. Blouse tersebut bagaikan beludru bagi Donghae, menutupi keindahan dan kemolekan tubuh Hyena. Dengan sigap Donghae melepas kancing blouse Hyena satu per satu, dan membuang blouse tersebut entah kemana. Nampaklah dua tonjolan besar yang masih terbalut bra yang mungil.

Donghae makin bersemangat. Ciuman mesra Donghae kini berganti pada leher jenjang Hyena, meninggalkan banyak kissmark di sana. Meski awalnya memberontak, kini Hyena nampak begitu menikmati sentuhan hangat ini.

“Donghae..” desah Hyena saat tangan kekar Donghae menyelinap nakal di balik bra yang Hyena kenakan. Tak sabar lagi, Donghae meraih tali pengait bra dan melepasnya,membuangnya Hingga tak selembar benang pun membalut tubuh Hyena bagian atas.

“Ouh.. you’re so sexy honey…” goda Donghae.

“Emphh….,” erang Hyena saat Donghae merapatkan tubuhnya ke tubuh Hyena hingga dada mereka saling menempel.

Donghae kembali melahap bibir mungil Hyena dengan liar dan intim. Bibir Hyena membuka pasrah. Lidah mereka saling bergulat hingga air liur mereka bercampur. Sambil berciuman tangan Donghae sibuk meremas-remas payudara sintal Hyena yang putingnya sudah menegang secara bergantian. Desahan-desahan meluncur dari bibir Hyena membuat libido Donghae semakin meningkat. Terlebih saat Donghae melahap, mengemut, menghisap,menciumi payudara Hyena.

“Donghae… ughhhhh….,”

“Mmmppphhh… honey. Kau diam saja, biar aku yang akan memuaskanmu.”

Donghae mendongak, dan menyeringai puas saat samar-samar dalam remang cahaya dilihatnya kepala Hyena menengadah dan matanya yang terpejam seolah menikmati service yang Donghae berikan.

“Donghae.. cu..kup..,” ucap Hyena di sela nafasnya yang memburu.

“Tenang jagi, ini akan sangat nikmat… Emmmhh…,” Donghae berganti mengemut payudara kiri Hyena. Dengan antusias ia menggigit putingnya membuat Hyena mengerang gila.

“Ahhhh….”

Hyena benar-benar merasakan sensasi yang tak terlukiskan.

Secara tidak disadarinya, tangannya menjambak rambut Donghae dan menekan kepalanya agar lebih dalam menyusu pada Hyena. Donghae terlihat makin menikmatinya seraya masih terus menghisap, mengemut, menjilat, dan menggigit puting berwarna merah muda yang nampak menantang baginya. Sedangkan tangan lainnya meremas-remas kencang payudara kanan Hyena. Diciuminya dan dilumatnya satu persatu buah dada Hyena hingga meninggalkan banyak kissmark di sana .

Donghae menyeringai puas mendengar lengguhan-lengguhan yang meluncur dari bibir Hyena.

Tangannya mulai turun, mengusap-usap perut Hyena. Kemudian semakin turun dan turun hingga menyelinap di balik rok yang Hyena kenakan. Diusapnya rambut-rambut halus yang tumbuh di sekitar daerah kewanitaan Hyena. Lama-kelamaan sentuhan itu berubah semakin liar bak kesetanan.

“Donghae-ssi, andwae!! Jangan la..ku..kan.. hal itu..”,

“Ahh… Uhhhh…,” Hyena mendesah tak karuan saat jari-jari Donghae mulai menggelitik klitorisnya. Hyena terkesiap bukan main, saat Donghae memasukkan jari-jarinya ke lubang kenikmatan itu. Refleks, Hyena semakin merapatkan pahanya. Namun tenaga Donghae jauh lebih besar dibandingkan dengannya. Apalagi dalam keadaan mabuk. Dengan leluasa, Donghae memasuk-keluarkan jari-jarinya ke dalam lubang kenikmatan itu. Makin liar. Cairan putih pun akhirnya keluar membasahi vagina Hyena. Kini air mata mengalir di pipi Hyena.

“Donghae-ssi, aku mohon hentikan..” pinta Hyena di tengah isak tangisnya.

Setelah puas, akhirnya Donghae menghentikan perlakuannya. Ia beranjak dari ranjang dan segera melepas celana juga celana dalamnya. Sepertinya juniornya sudah meronta-ronta ingin dikeluarkan. dan dimasukkan ke dalam sarangnya. Hyena terbangun kini dan hendak berdiri sebelum Donghae dengan sigap merebahkan tubuhnya kembali. Bagai memperoleh suplai energi baru, tangan Donghae dengan terampil menurunkan rok yang Hyena kenakan. Kemudian menurunkan underwearnya yang basah karena orgasme pertama Hyena.

Tangan Hyena hanya bisa memukul-mukul bahu Donghae pelan. Tangisnya semakin pecah. Namun tubuhnya terkulai tak berdaya tanpa sehelai benang pun yang membalutnya. Donghae kembali menindih tubuh Hyena dan merapatkannya. Diciumi setiap inci wajah Hyena yang berkeringat membuat Donghae semakin bernafsu. Kemudian dilahapnya kembali bibir yang senantiasa menggairahkan itu dan digigitnya agar lidahnya bisa menyeruak masuk ke dalamnya. Sedangkan tangannya sibuk memainkan kembali payudara Hyena.

Junior Donghae semakin menegang – menusuk-nusuk bagian bawah perut Hyena.

“Donghae, mengapa kau lakukan ini padaku?” ucap Hyena disertai isak tangisnya yang tak kunjung berhenti.

Donghae tak menggubris, as well as you know that a man dislike talk a lot when he is making a love.

Tangannya mulai mengusap-usap garis tubuh Hyena dari atas ke bawah membuat Hyena menggeliat kegelian. Di bukanya ke dua paha Hyena, dielus perlahan dan diendusnya. Kaki Hyena menendang-nendang ke segala arah dan kembali merapatkan pahanya. Namun ternyata gerakan Donghae lebih cepat.

“Tahanlah sebentar. Ini akan sangat nikmat honey..”

Tanpa basa-basi lagi Donghae langsung memasukkan juniornya yang sudah tegak dan mengeras itu ke dalam lubang percintaan. Hyena mengerang hebat, berteriak kesakitan. Oh, bagaimana tidak? Seorang perawan yang tak pernah melakukan hubungan badan secara tiba-tiba dan tak terduga ‘miliknya’ di masuki oleh ‘benda asing’. Bisa dibayangkan betapa sakitnya?

Donghae terus memaksa juniornya agar bisa masuk lebih dalam. Ternyata vagina Hyena yang sudah basah tidak cukup membantu.

Hyena masih saja mengerang kesakitan. Tangan Donghae kembali meremas-remas payudara Hyena dengan cepat dan liar. Agar tercipta sensasi yang bisa mengurangi rasa sakit yang dialami Hyena. Benar saja. Desahan demi desahan kembali terdengar dari bibir Hyena. Diciumnya kembali bibir Hyena, lebih kuat agar ia tidak menjerit kesakitan.

Donghae terus menekan ‘miliknya’ masuk. Dipeluknya tubuh Hyena dan tangan satunya mengusap-usap pantat mulus hyena seolah menginginkan agar ‘miliknya’ masuk lebih dalam lagi. Ia terus menekannya hingga tanpa disadarinya, juniornya telah menembus dinding keperawanan Hyena. Darah segarpun mengalir dari vagina Hyena. Donghae mendiamkan juniornya bersemayam di sana selama beberapa waktu. Well, penetrasi. Ouchh, tapi itu sangat perih bagi Hyena. Perih sekali. Donghae mulai menggerakkan pinggulnya dan semakin menempelkan tubuhnya ke tubuh Hyena. Hyena semakin melemas. Terkulai pasrah tak berdaya. Matanya terpejam menahan rasa sakit pada bagian bawah perutnya. Ia merasa ‘miliknya’ terkoyak-koyak. Donghae pun hanya bisa membelai lembut wajah Hyena seraya terus mencumbuinya.

Donghae mempercepat gerakan pinggulnya, mengeluar-masukkan junior ke dalam lubang percintaan. Rasa sakit luar biasa yang Hyena rasakan kini berubah menjadi suatu kenikmatan. Sungguh nikmat yang tak terperikan. Sebegitu nikmatnyakah? Hingga Hyena mendesah-desah tak karuan dan itu membuat Donghae semakin terus bersemangat menggenjot ‘miliknya’.

Ia semakin mempercepat gerakan pinggulnya, dan Hyena terbawa dalam irama permainan yang diciptakan Donghae.

“Honey, ouhh.. Nikmat sekali bukan?” ucap Donghae seraya terus mencumbui setiap inci wajah Hyena.

“Emmpphh…. Sshhhhh… te…rus sayang,” tanpa disadari Hyena menginginkan gerakan yang lebih cepat. Kenikmatan membuatnya lupa diri. Lengguhan demi lengguhan merangsang Donghae untuk terus menggenjot ‘miliknya’.

“Yeess honey… Aku akan memuaskan..mu..,” ujar Donghae seraya menghisap tengkuk Hyena dan tangan kanannya yang liar meremas-remas dan memainkan payudara Hyena.

Dan..

“Crottttttttttttttttttt….”

Setelah cukup lama menggenjok ‘miliknya’ akhirnya sperma Donghae tumpah memenuhi liang senggama milik Hyena bersamaan dengan cairan putih yang Hyena keluarkan. Desahan Donghae dan Hyena menggema dikamar hotel tersebut bagai alunan cinta yang mengalun merdu secara bersamaan. Yeah, sepasang insan yang sedang bercinta tengah menikmati puncaknya bercinta. Orgasme bersamaan. Dan adakah nikmat yang melebihi dari orgasme bersamaan? Rasanya tidak.

Kedua cairan itu tumpah hingga membasahi sprei ranjang.

Oh, Hyena benar-benar tak bertenaga sekarang. Matanya sudah terpejam di antara sadar dan tidak sadar. Namun ia masih bisa mendesis-desis keenakan saat lidah Donghae menyapu bibir vaginanya.

“Ssshhh…. sayang…, plea..se ..s..stop!!” ujar Hyena lirih dan akhirnya dirinya benar-benar tenggelam dalam ketidaksadaran bersama dengan kenikmatan yang baru saja didapatkannya. Donghae merebahkan tubuhnya di samping Hyena. Didekapnya erat tubuh wanita itu seraya berbisik,

“Thanks so much honey… You’re so delicious.. Nyemm..nyemm..yummy,,,,”



*******************************************************

Pagi hari ~~~~

Donghae dan Hyena masih tertidur lelap dibalut oleh selimut. Jam sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi, namun mereka masih belum terjaga. Donghae masih tertidur dengan memeluk Hyena erat. Hingga akhirnya alarm handphone Donghae yang tergeletak di atas buffet berbunyi nyaring. Donghae pun terbangun. Ia membuka matanya perlahan kemudian menatap sosok wanita yang tengah tertidur pulas di hadapannya.

“Uhh, kepalaku! Pening sekali,” keluh Donghae. Ia mencoba mengingat-ingat kejadian semalaman. Tapi percuma, tak terbayang apapun dalam benaknya. Yang Donghae ingat hanyalah ia melarikan diri dari rumah orang tuanya kemudian menyewa kamar hotel dan meminum terlalu banyak alkohol. Selebihnya, ia sama sekali tak tau apa yang terjadi.

Donghae melihat ke arah di balik selimut.

“Oh my God!!” kagetnya. Jelas saja ia kaget. Ia melihat tubuhnya naked tak tertutupi sehelai benangpun. Begitu pula tubuh wanita di sampingnya. Ditatapnya wajah Hyena. Ia nampak pucat di dalam tidurnya.

“Argghhh!!! Kau gila Lee Donghae!! Aissshhh… Bagaimana ini?” panik Donghae. Ia bergegas mengambil pakaiannya yang tergeletak tak karuan itu dan buru-buru memakainya sebelum Hyena terbangun.

“Ya Tuhan… apa yang harus kukatakan nanti?? Lee Donghae kau benar-benar bodoh! Kenapa kau melakukannya? Pasti dia akan sangat… Argghhh!!”

Semenjak tadi Donghae hanya mondar mandir di kamar hotel. Ia semakin panik ketika menatap wajah Hyena. Dan akhirnya, orang yang ditakutinya sekarang sudah terjaga. Hyena membuka matanya perlahan dan mengerjapkan matanya berkali-kali. Kemudian ia terduduk di tepi ranjang dengan selimut yang masih membalut tubuhnya. Donghae terdiam. Hyena menatap Donghae dengan aura kebencian yang begitu mendalam. Tanpa berkata-kata, spontan Hyena beranjak dari ranjang kemudian mendekat ke arah Donghae dan…

“PLAKKKK!!!”

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Donghae. Donghae hanya bisa meringis dan memegangi pipinya yang habis kena tampar. Ia merasa ia pantas mendapatkannya.

Hyena menatap Donghae begitu tajam dan berkata, “Donghae-ssi, ingin sekali aku memarahimu, membentakmu sekeras yang kubisa, memakimu sekencang-kencangnya, memukulmu. Tapi aku sadar, aku Song Hyena. Dan itu bukan sifatku. Aku begitu menyesal Lee Donghae. Aku menyesal telah mengkhawatirkanmu. Aku menyesal telah mengantarmu. Aku menyesal telah menolak kembali pernyataan cinta Eunhyuk hanya karenamu. Dan satu lagi penyesalan terbesar dalam hidupku. Aku menyesal karena terlanjur mencintaimu dan tak mungkin bisa melupakanmu. Puas kau menghancurkan hidupku, huh? Puas kau dengan apa yang telah kau dapatkan?” Hyena terisak. Air mata mengalir begitu derasnya tanpa kuasa ia bendung lagi.

“KAU GILA LEE DONGHAE! KAU GILAA!!” pekik Hyena dengan suara paraunya.

“Kau akan menikah nanti malam. DAN APA YANG TELAH KAU LAKUKAN, BODOH?!” tangis Hyena semakin menjadi-jadi. Mendadak tubuhnya melemas. Pikirannya teramat kacau, tertekan beban yang begitu berat. Ia muak melihat sosok di hadapannya. Segera

Ia bergegas hendak mengambil pakaiannya namun Donghae menariknya dan memeluk tubuh Hyena. Hyena berteriak meronta-ronta masih dengan isak tangisnya yang tak kunjung berhenti.

“Lepaskan aku! Jangan pernah sentuh aku lagi!” Hyena memberontak, namun Donghae malah mendekapnya lebih erat dan mengusap pelan puncak kepalanya.

“Dengarkan aku, Hyena.. aku mohon!” pinta Donghae.

“Apalagi? Apa kau masih belum puas, HUH?”

“Tidak, Hyena. Aku tidak ada maksud untuk melakukan hal ini, Hyena. Semua yang terjadi ini benar-benar diluar kesadaranku. Aku akan bertanggung jawab atas semuanya. Jadi aku mohon jangan menangis lagi. Berhentilah. Jangan pernah menangisi kebahagian yang ada di hadapan kita. Kau adalah wanita terkuat yang pernah kujumpai. Sekuat apapun badai berusaha menumbangkanmu bahkan kau tidak menangis dan terus tetap bertahan. Jangan pernah menangis lagi, aku akan selalu ada untukmu.”

“Kebahagian apa yang kau maksud, huh?” tanya Hyena dengan suara paraunya.

“Kita akan pergi dari tempat ini. Pergi dari Korea. Jauh… menuju suatu tempat, di mana mereka tak akan bisa menemukan kita,”

“Donghae, jangan bercanda!. Nanti malam adalah acara pernikahanmu,” tukas Hyena.

“Aku tidak peduli, Hyena! Aku sudah mengatakan pada mereka bahwa aku hanya mencintaimu! Aku tidak bisa menikahi perempuan selain dirimu…..,”

Hyena terdiam. Kau bisa membayangkan betapa sulitnya berada di posisi Hyena. Apa yang akan kau lakukan jika kau menjadi Hyena? Apa kau akan menuruti ucapan Donghae dan pergi dari Korea tanpa meninggalkan jejak sedikitpun? Kau pikir hal tsb akan semudah itu? Kau pikir orang tua Donghae tidak akan berusaha mencarinya? Lalu bagaimana dengan nasib wanita yang menjadi calon istri Donghae? Ayolah Hyena, pikirkan baik-baik.

“Donghae-ssi, bagaimana dengan Haerin? Apa kau tidak memikirkan bagaimana nanti perasaannya?”

“Ayolah sayang, kau lebih membutuhkanku. Dan kurasa meninggalkan Haerin lebih baik dibanding harus menikahinya karena keterpaksaan…,”

“Tidak ada waktu lagi. Cepatlah kau bergegas mandi. Aku sudah menyiapkan 2 tiket pesawat kemarin. Jangan sampai orang tuaku menemukan keberadaanku,” Donghae melepas dekapannya dan menatap Hyena dalam.

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Percayalah padaku, takdir mempertemukan kita bukan untuk memisahkan kita, tapi untuk membuat kita bersama. Jika memang ini jalan satu-satunya, mengapa tidak?”

“Tapi mereka orang tuamu? Dan kau adalah putera satu-satunya, apa kau tega?”

“Mereka akan mengerti suatu saat,” Ucap Donghae seraya mengecup kening Hyena, meyakinkannya.

**********************************************************

Waktu menunjukkan pukul 07.o0 pagi. Satu jam lagi pesawat menuju Shanghai akan lepas landas. Kini Hyena tengah membersihkan diri di kamar mandi. Begitu pula dengan Donghae yang memilih kamar mandi hotel yang berada di dekat dining room.

Hyena membiarkan wajahnya tersapu oleh segarnya air yang mengalir dari shower. Ia kembali memikirkan keputusannya matang-matang. Benarkah melarikan diri adalah jalan yang terbaik? Hanya ada 2 pilihan yang dihadapkan padanya. Tetap di Korea, yang artinya mau tidak mau ia harus merelakan Donghae menikahi perempuan selain dirinya.

Lalu bagaimana dengannya? Bagaimana dengan janin yang mungkin akan dikandungnya nanti? Hyena hamil, itu sudah pasti. Apakah ia akan membiarkan sang ayah dari anak yang dikandungnya menikahi perempuan selain dirinya? Tentu saja tidak. Bagaimanapun juga Donghae harus bertanggung jawab. Dan satu-satunya cara adalah melarikan diri bersama Donghae. Seperti pengecut memang. Tapi mereka pergi untuk memperoleh kebahagiaan mereka. Untuk membebaskan cinta di antara mereka yang terkurung dalam sangkar. Membiarkan sepasang sayap cinta terbang bebas, mengarungi langit nan indah. Menjalin kehidupan baru mereka, itu akan terasa lebih indah dari kehidupan pahit yang Hyena dan Donghae alami selama ini. Namun, pastilah ada pihak yang akan tersakiti nantinya. Pihak yang merasa ditinggalkan.

Hyena memejamkan matanya, berusaha meninggikan egonya. Untuk kali ini saja ia ingin mengacuhkan segalanya. Ia begitu yakin dengan keputusan yang di ambilnya.

“Mereka akan mengerti suatu saat,” ucapan Donghae kembali terngiang jelas dalam benak Hyena.

******************************************************

Donghae dan Hyena bergegas keluar kamar menuju parkiran mobil. Donghae melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia tidak membawa koper yang berisikan baju ataupun barang lainnya. Begitu pula dengan Hyena yang tidak terlebih dahulu kembali ke rumahnya untuk mengemasi barang-barangnya.

Hanya dengan 2 tiket, dompet, dan handphone yang Donghae bawa. Hyena pun masih mengenakan blouse kerjanya dipadu dengan rok. Juga tas yang tergenggam ditangannya yang hanya berisi dompet dan handphone.

“Mengapa kau nampak cemas begitu, sayang?” tanya Donghae di sela aktifitasnya yang sedang mengemudikan mobil.

“Aku hanya bingung. Bagaimana nanti kita akan hidup di Shanghai, di tempat yang bahkan sama sekali belum pernah kita kunjungi,” jawab Hyena.

“Aku mempunyai saudara di sana. Mereka pasti akan membantu kita, dan jangan khawatir tentang biaya hidup. Aku masih memiliki tabungan juga pub yang dipegang oleh orang kupercayai. Kita bisa memulainya dari awal. Kau pun bisa melanjutkan studymu yang tertunda. Kita suami istri sekarang Haejin. Meskipun kita belum menikah, namun aku adalah ayah yang sah dari anak yang akan kau kandung. Dan kau adalah ibunya,” ucap Donghae disertai dengan satu kali kerjapan mata.

Hyena mencibir mendengarnya. Sempat terpikirkan olehnya bahwa Donghae sengaja melakukan tindakan semalam. Namun segera tertepis mengingat kondisi Donghae yang sedang mabuk. Apakah semua orang yang mabuk berat juga akan melakukan hal yang sama dengan Donghae jika berhadapan dengan gadis yang dicintainya? Entahlah…

“Donghae-ssi, bagaimana jika orang tuamu mengetahui keberadaan kita?” tanya Hyena cemas.

Donghae menatap Hyena serius seolah berusaha meyakinkan gadis sampingnya hanya dengan sorot mata yang terpancar dari bola mata milik Donghae.

“Lantas, apa yang sanggup mereka lakukan? Mereka tidak akan pernah bisa memisahkan kita. Sesampai di Shanghai, aku akan langsung menikahimu!” tukas Donghae.

Hyena merasa mendapatkan kekuatan baru

setelah mendengarnya. Well, hanya ucapan Donghae yang bisa membuatnya begitu yakin. Juga ucapan Donghae lah yang senantiasa menguatkannya di saat ia merasakan apa yang dinamakan ‘rapuh’.

“Kita akan hidup bahagia, sayang. Percayalah… Karena aku tak akan pernah membiarkanmu menangis lagi, meski sebutir air matapun,” ujar Donghae tersenyum seraya menatap Hyena dalam, seolah ingin menelusup masuk ke dalam matanya.

Hyena hanya membalas tatapannya dengan sebuah anggukan juga gumaman yang sangat lirih, hampir tak terdengar.

“Aku percaya.. Donghae-ssi!”

Kemudian Hyena mengeluarkan handphone dari dalam tasnya, dan nampak mengetikkan sebuah pesan singkat dan mengirimkannya. Sebentar lagi mereka akan sampai di bandara.

*****************************************

Donghae dan Hyena benar-benar akan pergi meninggalkan Korea. Mereka sudah sampai di Seoul Airport. Dan kini mereka melangkah menuju pesawat yang 10 menit lagi akan lepas landas.

“Hyena, ayo.. Tunggu apa lagi?” ujar Donghae saat langkahnya terhenti, karena langkah Hyena yang juga terhenti. Hyena hanya menggigit bibir bawahnya cemas. Pandangannya ia sapukan ke seluruh sudut bandara seolah sedang menanti kedatangan seseorang.

“Siapa yang sedang kau tunggu?” tanya Donghae ingin tahu.

Nampak dari pintu masuk, 2 orang tengah melambai-lambaikan tangan pada Hyena dan Donghae.

“Nah, itu dia..,” ucap Hyena tersenyum.

“Jonghyun? Yeon-ah?” ucap Donghae tak percaya.

“Yaakk! Kalian ini, kenapa pergi terlalu mendadak sih?” protes Yeon-ah disela nafasnya yang memburu. Yeon-ah dan Jonghyun buru-buru menyusul mereka ke bandara setelah mendapat pesan singkat dari Hyena.

“Kisah cinta kalian sungguh mengharukan. Lebih mengharukan dari kisah Romeo dan Juliet,” cetus Jonghyun.

“HUH? Tapi kisah kami berakhir dengan kebahagiaan?” timpal Donghae.

“Apa kalian akan kembali ke Korea lagi?” tanya Yeon-ah, mengubah suasana dalam sekejap.

“Tentu saja. Jika keadaan memungkinkan kami pasti akan kembali kemari,” jawab Hyena.

“Oh, aku lupa. Ini, kutitipkan padamu. Tidak mengapa kan?” ucap Hyena seraya menyerahkan sebuah kunci rumah. Yeon-ah menerimanya dan menatapnya heran.

“Pesawat sebentar lagi akan lepas landas. Kami pamit dulu. Annyeong…,” ujar Donghae seraya menggandeng tangan Hyena, mengisyaratkan padanya agar cepat menuju pesawat.

“Hiduplah bahagia di sana! ! ” samar-samar teriakan Yeon-ah terdengar. Hyena dan Donghae melambaikan tangannya satu kali lagi sebelum akhirnya tubuh mereka lenyap dibalik pintu masuk pesawat.

Kini mereka duduk berdampingan dan memasang seatbelt. Entah mengapa air mata bergulir perlahan dari kelopak mata Hyena. Ia merasa seperti akan meninggalkan segala kehidupan yang selama ini ia bangun. Dan memulai segalanya dari awal. Mungkin akan ada tangis juga tawa di kehidupan barunya. Dan inilah tangisnya untuk mengakhiri kehidupannya sekaligus mengawali kehidupan barunya. Hyena tidak menginginkan kehidupan barunya diawali dengan tawa dan diakhiri dengan tangis sebagaimana kehidupan yang ia jalani sebelumnya. Kehidupan baru yang ia dambakan adalah di awali dengan tangis dan diakhiri dengan tawa kebahagiaan.

 

*FIN

 

©2011 Reann’s Fan Fiction

Please comment.. ^^ If you have trouble just comment at my other account Facebook or Twitter

 

About kkangrii

| Moslem |

Posted on February 2, 2011, in Fan Fiction and tagged , , , . Bookmark the permalink. 28 Comments.

  1. eonni~..
    yang berwarna biru benar2 tdk boleh dibaca anak.anak !! haha..

    wah , ceritanya tamat . huhu
    buat lg dong setelah mereka punya anak terus kembali ke korea😀
    lee donghae prepare amat mau kaburnya.. hooo.

    • Sequelnya? Ya, nanti dipikirin dulu. Lg mau fokus ke yg The Sorrow Twilight soalnya. Kekeke.. Oyah, aduh mav kalo endingnya jelek bgni ya? ._. Mksh udah ngktin crtanya smpe ending x)

  2. onnie…. keren hahahaha….
    akhir’a mereka berdua hidup bahagia berdua selamanya…..
    klo anak mereka nanti lahir mudah-mudahan anak’a mirip yoogeun hehehe….
    bagus onnie ff’a😀

    • Mwo? Anaknya kayak yoogeun? Kbgusen, hahahaha. Kalo buat anaknya donghae si cocok. Tpi kalo Hyena? #plakk
      mksh udh baca ya sayangkuu ~~~ xD

  3. Hadeehh~~bener2 ngeri in sist tingkat NC naa ==’
    Bahaya kalo sempet d baca am yg d bwh umur *pdhal akk uga d bwh umur XO*

    Tapi kog cepet bnget fin na ya ?
    Pdhal akk masi pnasaran am crita mereka.
    Akk req after story na dong sist😀

    • Iya ._. Aku ngerasanya alurnya juga dipercepat u,u hbs gmana lg ya? Aku bingung xpp kalo dipanjang2in mlh bsa lbh pnjang lg xDD Iya, Insya Allah, ada after storynya. Tapi nunggu aku ngelarin TST dulu x))

  4. saeng ! xD

    ntuh si donghae kok bisa lupa sih , ckck

    pelarian mreka ke shanghai, udah bner2 di persiapkan dgn baikk xD

    oiya, bkin sekuelnya lgi dong saeng. noh kya cinta fitri ampe season 7 , xD

    • Lupa apa si onn? LOL . . Kekekey. Iya donk. Kan Donghae di pingit [?] ama ortunya trus dia mintol gtu ke temenx kek buat beliin tiket. LOL,, Okok. Siip2 Insya Allah nanti ada sequelnya x)

  5. maaf baru komen.
    bagusss ff ny. tapi ending ny terlalu cepet kaya ny.
    kasian sama si haerin ny ditinggalin gitu aja.
    bikin sequel ny eonn *banyak mau ny.

  6. bagus ff nya chingu, ni udag FIN ya?
    bikin lanjutanya dums penasaran kehidupan hae n hyena setelah hidup di sanghai..
    oya chingu maaf y waktu mlm ganggu trs mlalui sms, emg ga bisa di buka di hp ni jg ol di komputer… gomawo ya dah ngasih pw k aku.
    hwaiting ya tuk ff selanjutnya,,,,

    • Iya x)) makasih udah baca yah? Iya, gpp kok. Aduh aku jdi gag enak, u harus mbela2in ol di kompi buat baca ffku. Maksh bgt pokoknya yah? XDD Okey, Insya Allah nanti ada sequelnya. Tunggu aja yah? Lg nyari inspirasi xD

  7. yaya, akhirnya tamat juga …
    bagus* critanya, tapi kurang panjang ..
    di bikin squel dong unnie !!!

  8. .
    haduduh..
    merem melek deh bca ff HOT ini.. O.O

    aq jd ikut ngos”an neh..
    wkwkwkwk

    bgus bgt chingu.. wlopun ff nc, tp tetep puitis.. wkwk

  9. hwoaaaaaa…. tadinya gamau baca yg bagian biru, tapi…. imanku tdk cukup kuat *evil smile*

    ceritanya bagus bgt, ah author daebak! ^o^

    coba ada lanjutannya.. ttg kehidupan mereka setelah ini.. ><

    • Ckckckck… Hadeh x) jadi baca yg dksh font warna biru? LOL …
      Mksh udah baca n komen ya say (?) iya. Ini bkal ada lanjutannya kok. Tunggu aja ya x)

  10. EvilKyuRyeoTa

    kaya’Y kemaren di preotek ya…..

    wahhaaaa… domghae… ganas nian… kkekekekee

    • Iya, tapi kubuka lagi, gara2 banyak yang request. Kekeke, gmana NCnya? HOT kah? Kwkwkw, first time bikin NC ni…

  11. udh cment d fb part 1 mpe 3 n ckr aq cment d part 4.. wahhh* nepsong* mantap bgt deh bang hae maen perkaos anag org aja* plakk* NCx udh Hot bgt bwt aq tp kgak bleh bwt anag dbwah umur* pletakk* minho ngajakin maen truz ne, sneng bner ngajakin maen breng2 ma Key,Onew,Taemin ma Jonghyun skaliand* plakk * maen apa’an ?? *hmm, apa yah * maen yg rme2 it luh * apa’an sih?* apa yah.. huh.. aq pzti kalah kalo maen ma mreka*sedih* maenx aph zih* tmpang bego* itu loh maen MONOPOLI *hayoo pda yadong ea * wkwkwkwkwk LOL..

  12. what?first time bikin NC?tapi sumpah itu HOT banget. Iya,endingnya kecepetan. Bikin sekuelnya dong chingu🙂

  13. zulia evilmagne

    oenni jebal sequell…buat donghae oppa nikah dlu ma hyena oenni..??

  14. Bner” bagus critanya!,
    Pdhal q msih 14 tahun lo min!

  15. thor, nanti klo bwat sequelny, bri tw judulny ya,!

  16. Akhirnya happy ending ,

  17. Thor, ini ga ada sequelnya?..kt kan penge tau mrk bs happy ngak disana? Siapa tau ortu nya donghae nyusul, hehehe

  18. keren thor, tapi masi penasaran ama kelanjutannya… sequelnya dong, thor… ;;)

  19. …♥♥♥♥♥♥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: