[FF/Prolog] LAST STORY

TITLE : LAST STORY

Cast :
* Key SHINee
* Bernadette a.k.a Fina
* Jonghyun SHINee


============================================

LAST STORY – PROLOG

Kejaiban

– 1998 –


SIAPAKAH aku sebenarnya? Dan bagaimanakah, aku bertanya pada diriku, kisah ini akan berakhir?
Aku tengah terduduk di dekat jendela, menapaskan kehidupan yang telah berlalu. Penampilanku tidak keruan pagi ini : kemeja, celana panjang tebal, syal yang dililitkan ke leherku dan sweater tebal yang dirajut putriku 30 tahun silam. Pengatur suhu di kamarku di pasang maksimum. Benda itu terus menggerung sambil menyemburkan udara panas. Namun tubuhku masih juga menggigil oleh rasa dingin yang tak mau pergi, dingin yang merupakan hasil akumulasi selama tujuh puluh tahun. Tujuh puluh tahun, dan meskipun aku menerima kenyataan mengenai usiaku ini, aku terheran karena tak pernah merasa hangat lagi semenjak Soeharto menjadi presiden.

Mengenai kehidupanku? Tidak mudah menjelaskannya. Sama sekali tidak spektakuler seperti yang pernah kuangankan, tapi juga tidak monoton dan membosankan. Tidak ada yang istimewa mengenai diriku; tentang ini aku yakin. Aku cuma seorang laki-laki biasa, dengan pikiran biasa, dan kehidupan yang kujalani pun biasa. Tak ada sebuah monumen pun yang didirikan untukku, dan namaku akan segera dilupakan. Tapi aku pernah mencintai seseorang dengan seluruh hati dan jiwaku, dan bagiku, ini sudah cukup.

Mereka yang romantis akan menyebut ini sebuah kisah cinta, sedangkan yang sinis akan menamakannya tragedi. Menurutku ini lebih merupakan gabungan dari keduanya. Namun bagaimanapun Anda menilainya kelak, itu tidak akan mengubah fakta bahwa pengaruhnya telah meliputi hampir seluruh kehidupanku. Aku sama sekali tidak menyesali perjalanan hidupku, serta ke mana saja aku di bawa setelah itu. Mungkin ada beberapa hal yang kusesali, tapi jalan yang telah kupilih sudah benar, dan aku tidak akan pernah memilih yang lain.
Sayangnya, waktu tidak mengizinkan diriku untuk tetap berada pada jalur yang halus. Meski jalur itu sendiri masih tetap lurus seperti dulu. Hanya saja, kini jalur perjalanan hidupku dipenuhi batu dan kerikil.
Sampai 3 tahun yang lalu, kenyataan itu masih sanggup kuabaikan. Tapi sekarang tidak lagi. Ada penyakit yang menggerogoti tubuhku. Aku memang sudah tua renta, tidak kuat dan sehat. Hari-hariku berlalu begitu saja, terkikis oleh waktu.

Aku terbatuk, dan melalui mata yang disipitkan kuperiksa arlojiku. Arloji pemberian seseorang yang special ketika aku berusia genap 35 tahun. Sudang cukup tua, namun tidaklah lebih tua dari usiaku. Sesaat aku menyadari sudah waktunya bagiku untuk menemuinya. Kuhela diriku dari kursi, dan terseok-seok melintasi lorong menuju kamarnya. Sebelumnya, aku mampir di meja tulisku untuk mengambil sebuah buku hari yang cukup tebal. Entah sudah berapa kali buku itu kubacakan ‘untuknya’. Puluhan kali? Tidak, ratusan mungkin. Aku menyelipkannya dibawah lenganku dan kuseret kaki menuju tempat yang harus kudatangi.
Satu menit kemudian, aku sampai di ‘kamarnya’. Pintu kamar tsb sengaja dibiarkan terkuak untukku, sebagaimana biasa. Masih ada dua perawat di dalamnya.

Kemudian aku duduk di kursi yang bentuknya mengikuti bentuk tubuhku. Dua perawat itu sudah selesai mengurus’nya’. ‘Ia’ sudah selesai berpakain, tapi masih menangis. Aku tahu ‘ia’ akan lebih tenang setelah dua perawat itu pergi. Karena seperti inilah keadaan yang terus berlangsung semenjak 3 tahun silam. Akhirnya dua perawat itu keluar. Keduanya menyunggingkan senyum padaku saat mereka lewat. Entah apa yang mereka maksud.

Untuk sesaat, kupandangi wanita itu. Namun ‘ia’ tidak membalas tatapanku. Aku memakluminya, karena ‘ia’ tidak tahu sesiapapun – termasuk aku. Aku hanya orang asing bagi’nya’ yang setiap hari menemui’nya’. Dan tatkala aku telah selesai membacakan buku ini untuknya, ia akan teringat siapa diriku. Namun hal itu hanya kadang-kadang saja jika keajaiban memang berpihak padaku. Bisa dibilang, keajaiban memang lebih sering berpihak padaku.
Kemudian, sambil berpaling aku menundukkan kepla dan pelan-pelan berdo’a untuk keajaiban yang kuharapkan datang kembali. Juga berdoa untuk kekuatan yang kubutuhkan untuk membacakan buku ini ‘padanya’.
Aku sudah siap sekarang. Kupakai kacamataku dan kukeluarkan sebuah kaca pembesar dari sakuku. Aku meletakkannya di meja sebentar, kemudian membuka buku harian itu perlahan. Perlu dua jilatan pada jariku untuk membalik sampul buku yang usang menuju halaman pertama. Kemudian kutempatkan kaca pembesar pada posisinya.
Sesaat sebelum mulai membaca kisah itu, hatiku gelisah. Selalu seperti ini. Aku bertanya-tanya pada diriku sendiri, akankah keajaiban terjadi hari ini? Aku berharap demikian, meski jawabannya baru bisa kuperoleh setelah selesai membacakan buku ini untuk’nya’.

Aku menyadari, kecilnya kemungkinan itu. Mengingat kondisi’nya’ yang kian hari kian memburuk menurut dokter, sang penerap ilmu pengetahuan. Namun aku sadar bahwa ilmu pengetahuan bukanlah satu-satunya jawaban untuk hal ini. Karena itulah aku percaya adanya keajaiban. Keajaiban cinta, begitulah orang-orang disekitarku menyebutnya. Itu sebabnya sekali lagi, persis yang kulakukan setiap hari, aku mulai membaca buku harian itu dengan suara lantang. Supaya ‘ia’ dapat menyimaknya dengan baik juga dengan harapan keajaiban yang begitu berarti dalam sisa-sisa akhir hidupku akan terulang kembali.

Dan sekali lagi. Mungkin saja, sangat mungkin hal itu terjadi – pikirku

– END OF PROLOG –

——————————————————————–

A.N :

oKEY.. Maaf kalo Prolognya membingungkan plus membosankan..

Heheheheh,,, Oyah ini aku pake alur campuran yah? mundur – maju. Cerita ini adalah hasil obrolan sama temenku, Veronica Fany XDDD


About kkangrii

| Moslem |

Posted on February 11, 2011, in Fan Fiction and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 12 Comments.

  1. Oke. Prolognya bagus susi. Sudah lebih jlas dari teasernya hehehehehe. Ditunggu😀

  2. Yup x) siip2, oke2 part 1 lg diketik kok x) mungkin hari minggu kupost, hehehe

  3. loh, namaku kok nampang sih. Haha, gj kmu. Dbikin bneran.

  4. Eh pake part ya? Tak kira os kkk xD

  5. ini latarnya zaman penjajahan? Wow, berarti di indo yah? Lanjutkan ching,
    saya selalu menunggu ffmu dgn setia

  6. Hohoho gwaenchana sus. Ini first aku dibikinin yg chptered :O wkwkwk makasih banyak yaa….😀

  7. Rean, akhirnya kluar jg prolog nya..
    Seru nih, latar nya di indo ya? Soal nya td liat ada nama soeharto🙂 di tunggu ya part 1 nya, hwaiting!

  8. omona …
    last story kayak.a bagus walau kaga ngeh sebentar -___- *doong , paboya*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: