[FF] FORGOTTEN – Epilog

TITLE : FORGOTTEN

AUTHOR : Reann & Fany

LENGHT : Drabble [671 words]

GENRE : ROMANCE,

CAST :

* Choi Minho SHINee

*Lee Taemin SHINee

*Kim Neun Hye

DISCLAMER :

I only have the plot story. Don’t steal it!

**********************************************************


FORGOTTEN – Epilog

18 Juli 2016

(Minho pov)…

Hari itu memang sudah lama berlalu. Tapi beragam rasa yang pernah kurasa, seolah masih lekat di dada. Dan sekarang, saat aku mengerti betapa kuatnya cinta, aku merasa bodoh bahwa aku pernah mempertanyakan mengapa Taemin masih mencintai Neun Hye setelah lima tahun lamanya.

Ya. Kuakui, terkadang aku masih merindukannya. Dan bahkan masih mengharapkannya hingga kini. Tapi aku harus menepis jauh semua rasa itu. Harus. Demi kebaikan semua orang yang terlibat dalam kisah ini.

Di awal tahun 2016, aku sengaja pergi ke Busan dan membangun kehidupan barukku. Menjauhkan semua hal yang berhubungan dengan Neun Hye. Taemin sengaja tidak kuberitahu dimana alamatku. Aku tidak ingin Taemin mengkhawatirkanku. Tidak. Bukan itu alasan sebenarnya. Aku hanya… butuh waktu sendiri. Tidak salah kan? Aku ingin menenangkan diriku di kota ini.

Sebulan setelahnya Taemin menelponku dan mengabarkan mengenai pernikahannya. Aku hanya bisa menitipkan ucapan selamat. Jika aku kembali ke Seoul saat itu, mungkin aku akan kembali terlena oleh kenangan masa silam.

Dua tahun sudah cukup kurasa untuk menenangkan diri. Hari ini, Taemin sekeluarga akan datang ke rumahku. Tentunya untuk mengenalkan dua anak mereka.

“Hyung, lama tidak berjumpa.” Seru Taemin begitu aku membuka pintu.

“Taemin-ah, kau tidak banyak berubah rupanya.” Sambutku.

“Haha! Kau kurusan, hyung. Kurang makan ya?” tebak Taemin.

“Ani. Kau sendiri. Sudah jadi appa, kenapa masih bertingkah seperti anak kecil?” Taemin terkekeh.

Sesosok wanita datang menyusul dari belakang.

“Minho-yah. Lama tidak bertemu.” Sapa Neun Hye lembut. Harus kuakui saat melihatnya lagi, aku tidak tahu harus berkata apa. Aku hanya tersenyum tipis melihat chaeyoung. Tidak banyak perubahan dalam dirinya. Hanya saja wajahnya terlihat lebih cerah.

“Hyewon, hyejin, ayo sampaikan salam pada paman.” Ucap Neun Hye pada dua anak kembar di gandengannya.

“Wah, kembar ya.” Aku berjongkok dan melihat kedua anak kembar itu.

“Iya. Nakal sekali mereka. Aku tidak pernah mengira jadi Appa akan sesulit ini.” Celetuk Taemin.

“Ayo masuklah. Aku sudah pesan banyak makanan untuk kalian.” Aku membuka pintu rumahku lebih lebar agar mereka bisa masuk ke dalam. Taemin segera menyerbu masuk ke dalam. Tak lupa diajaknya juga hyewon dan hyejin.

“Ayo kita makan!” seru Taemin di dalam.

Aku hanya tersenyum geli. Dia ini. Sudah jadi ayah, tapi kelakuannya tetap kekanak-kanakan.

“Minho-yah.” panggil Neun Hye. Aku menoleh. Dia tersenyum.

“Dulu kau pernah menanyakan padaku, apa aku pernah mencintaimu.” Ucap Neun Hye. Raut wajahku berubah. Kenapa dia mengatakan hal itu lagi?

“Untuk saat ini, memang yang kusukai adalah Taemin. Tapi sekedar kau tahu saja. Dulu… aku juga pernah menyukaimu.” Ucap Neun Hye seraya menyerahkan sehelai surat padaku.

“Aku menemukannya terselip di buku beberapa bulan yang lalu saat aku membereskan barang – barang masa SMA-ku. Lalu Neun Hye sendiri masuk ke dalam. Aku masih diam menatap surat itu. Apa gerangan isinya? Perlahan aku membukanya.

Dear Minho..

Ah, hari ini sangat melelahkan! Aku tidak menyangka kehidupan anak SMA bisa begini sibuknya. Tapi aku bersyukur. Kehadiranmu bisa mengobati kepenatanku. Kau tahu? Sejak hari dimana kau menanyakan namaku, aku memang sudah menyukaimu. Cinta pada pandangan pertama. Begitu orang menyebutnya.

Kau selalu datang menemaniku. Mengajakku berjalan-jalan menikmati keindahan kota di malam hari. Menemaniku makan. Mengantarku pulang. Kau begitu baik, Choi Minho. Aku sungguh berterimakasih padamu.

Yaah… kau boleh bilang bahwa ini adalah cinta monyet atau sebagainya. Seperti rasa suka anak sekolah biasa yang mungkin akan hilang seiring waktu. Aku juga tidak bisa menjamin rasa sukaku akan berjalan selamanya. Tapi yang pasti, saat ini aku menyukaimu. SARANGHAE, CHOI MINHO!!!      \(^o^)/

Ternyata…Kulipat surat itu dan kumasukkan ke dalam saku. Biarlah kusimpan sebagai bukti rasa yang telah sirna. Kembali aku menarik napas panjang.

“Hyung, ayo makan! Makanannya sudah hampir habis, lho!” seru Taemin.

“Hah!? Dasar rakus! Sisakan untukku!” aku berlari ke dalam.

Senyum bahagia mengembang di wajahku. Kembali perkatannya terngiang…

“Di kehidupan yang lain… aku dan kau juga akan bertemu lagi… Akan jatuh cinta lagi… Jika saat itu tiba, aku tidak akan meninggalkanmu lagi… aku akan selalu ada disisimu…”

*************************************************************

FORGOTTEN – End

*************************************************************

About kkangrii

| Moslem |

Posted on March 15, 2011, in Fan Fiction and tagged , , , . Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. Haloo , aku reader baru disini🙂
    Whoaa author daebak ! , cinta tak selamanya harus memiliki !
    Hahah kasian minho
    Tenang minho aku masih ada disini untuk muuu wkwk /apadeh

    Goodjob author ! (Y)

  2. Awawawaw
    REANNNN
    aku suka sama epilog nya. Top abis dhe
    apalagi pas di kata2 akhir yang pas di bilang, aku akan jatuh cinta lagi di kehidupan yang lain. Romantis abis kata2 nya. Mskipun ga happy end buat minho. Bener2 cerita yg menghibur di tengah ujian. Ok share moar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: